Jelang Aksi BEM SI, 1.200 Pasukan & Water Canon Siaga, Jalan Ditutup

Senin, 27/09/2021 07:52 WIB
Ilustrasi Aparat Siaga. Robinsar Nainggolan

Ilustrasi Aparat Siaga. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Sebanyak 1.200 personel diterjunkan untuk mengamankan demonstrasi oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (27/9).

Unjuk rasa ini digelar dalam rangka menolak pemecatan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

"(Jumlah personel) 1.200," kata Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Beddy Suwendi saat dihubungi, Senin (27/9).

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo menuturkan pihaknya melakukan penutupan jalan di depan Gedung KPK. Sedangkan untuk ruas jalan Rasuna Said, kata Sambodo, tak dilakukan penutupan.

"Penutupan jalan hanya di depan kantor KPK, Gedung Merah Putih," ucap Sambodo.

Sambodo juga menuturkan bahwa massa aksi rencananya akan melakukan long march dari gedung KPK lama menuju ke Gedung Merah Putih.

"Nanti mereka drop in di (gedung) KPK lama jalan kaki ke (gedung) KPK baru, jadi Jalan Rasuna Said tetap dibuka, yang ditutup hanya di depan (gedung) KPK baru saja," tuturnya.

Disisi lain, beberapa mobil pengurai massa terparkir di halaman kantor KPK. Selain itu, aparat juga menyiapkan mobil water cannon dan tim pemburu Covid-19 sebagai langkah antisipasi.

Terlihat juga kehadiran sejumlah personel Brimob dengan senjata laras panjang yang akan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa hari ini.

"Hari ini kita melaksanakan kegiatan pengamanan di area KPK terkait pemberitahuan akan ada aksi penyampaian pendapat dari beberapa elemen. Tentu kita ada kenaikan sedikit eskalasinya kira-kira dari 500 sekarang 600 lah," ujar Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto, di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Senin (27/9).

Lantaran aksi demonstrasi berlangsung di tengah pandemi Covid-19, aparat juga menyiapkan personel dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan akan melaksanakan tes antigen acak bagi para peserta aksi.

"Kita yakin aksi damai. Di saat pandemi apa lagi. Kita siap dengan personel dengan APD juga nanti, nanti kita siapkan antigen acak," kata Agus.

Sebelumnya, BEM Seluruh Indonesia (SI) bersama dengan GASAK menggelar demo hari ini setelah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengabaikan ultimatum mereka untuk turun tangan membela para pegawai KPK yang dipecat.

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia dengan Gerakan Selamatkan KPK kembali bergerak untuk menindaklanjuti dari ultimatum ke Jokowi yang telah melewati 3x24 Jam dari ultimatum dikirimkan, terlihat tidak ada jawaban dari Presiden Jokowi untuk menunjukkan keberpihakannya kepada 57 Pegawai KPK yang berintegritas," demikian pernyataan Aliansi BEM SI yang diterima Minggu (26/9).

BEM SI dengan Gerakan Selamatkan KPK pun turut mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia dan seluruh elemen masyarakat mengikuti Aksi Nasional, yang salah satunya dipusatkan di depan Gedung Merah Putih yang menjadi markas lembaga antirasuah tersebut, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin siang.

Beberapa rombongan BEM SI dari Yogyakarta dan Solo rencananya juga akan merapat ke Jakarta untuk terlibat dalam aksi tersebut.

Rombongan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan STIKES Surya Global Yogyakarta (SSG) berangkat pada Minggu (26/9) menggunakan bus. Mereka mencarter bus tersebut dengan menggunakan dana yang dikumpulkan dengan patungan antar mahasiswa.

"Ini (Rombongan) UNY berangkat bareng SSG dan UNS. 86 orang yang naik bis (menuju Jakarta)," kata Ketua BEM UNY, Mutawakkil Hidayatullah.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar