Wow! Prabowo Punya Modal Kuat untuk Pilpres 2024

Sabtu, 25/09/2021 05:20 WIB
Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut sebagai calon presiden yang berpengalaman dan lebih unggul dari kandidat lain di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Dalam perspektif politik sebagai warga negara dan ketua umum partai politik, Prabowo Subianto masih memiiki hak politik untuk mencalonkan diri sebagai Presiden untuk pemilu 2024," kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, Jumat (24/9/2021).

Tidak hanya itu, dirinya juga sangat yakin karena Prabowo sudah barang tentu memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen jika Undang-Undang Pemilu masih mensyaratkan.

"Selain itu faktor seberapa berhasil kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan mampu melahirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya dalam diskusi dalam yang bertajuk "Menakar Peluang Prabowo pada Pilpres 2024".

Selain itu, menurutnya, Prabowo juga memiliki kemampuan membawa 52 persen dari generasi milenial dan generasi Z pada pemilu 2024 nanti.

"Prabowo masih punya peluang, tetapi tantanganya cukup berat dalam pemilu 2024 nanti. Itu PR untuk Prabowo dan timnya dalam menghadapi pemilu 2024," ungkap Jerry.

Lebih lanjut, menurut Jerry, saat ini Prabowo paling diunggulkan dibandingkan calon presiden potensial lainnya.

Sebab, dirinya telah memiliki modal yang lengkap.

"Mulai dari suara partai, pengalaman politik, sumber daya ekonomi, dan konstituen loyal pada pilpres sebelumnya," bebernya.

Dengan demikian, menurut Jerry, tantangannya adalah bagaimana menjaga suara pemilih Gerindra dan suara Pilpres 2019 lalu.

"Serta mencari pasangan cawapres yang dapat menciptakan koalisi politik yang efektif dan solid, serta menjaring dukungan dari pemilih generasi muda," imbuhnya.

Selain itu, Jerry menambahkan, Prabowo dan Gerindra perlu merumuskan strategi yang aktual sesuai perkembangan struktur pemilih dan segera membuat peta jalan untuk mengatasi masalah-masalah kebangsaan.

"Terutama utang luar negeri, lapangan pekerjaan, dan pengelolaan sumber daya alam, sebagai alat transaksi gagasan dengan pemilih yang semakin rasional," tutur dia.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar