Mangkir Dipanggil Satgas BLBI, Suyanto Gondokusumo Ngaku Depresi

Jum'at, 24/09/2021 20:00 WIB
Demo mengingatkan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). (Bisnis)

Demo mengingatkan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). (Bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Salah satu obligor BLBI, Suyanto Gondokusumo, tidak hadir dalam pemanggilan Satgas BLBI hari ini, Jumat (24/9/2021). Dia dikabarkan depresi sejak 2000 dan tengah berada di Singapura.

Kuasa hukum Suyanto, Jamaslin James Purba, mengatakan kliennya sudah lama menderita depresi rekuren atau gangguan depresi. Di Singapura, Suyanto menjalani perawatan medis untuk mengobati penyakitnya itu.


Hal tersebut James ungkapkan dalam sebuah surat kepada Kepala Satgas BLBI Rionald Silaban yang dibawa hari ini. "Klien kami tidak dapat menghadiri panggilan dari Satgas BLBI sebagaimana disebutkan di atas karena sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang prima, yang diakibatkan penyakit depresi rekuren (gangguan depresi) yang dialami sejak tahun 2000," kata James dalam surat, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya, berdasarkan surat dari Dr Ken Ung Eng Khean, konsultan Psikiatri Senior pada Klinik Adam Road Medical Centre, yang beralamat di 559 Bukit Timah Road, #01-02 Kings Arcade, Singapore 269695, (Terlampir), Suyanto belum dapat bepergian atau meninggalkan Singapura dikarenakan penyakit depresi berat yang dialami sejak 2000 masih sering kambuh sampai dengan saat ini.


Bahkan dalam surat tersebut Dr Ken Ung Eng Khean, kata James, Suyanto mengalami perasaan depresi yang semakin buruk, sehingga perlu untuk diobati dan dirawat di Singapura demi perbaikan dan kesembuhan kondisi jiwanya.


"Sehingga atas dasar tersebut, klien kami tidak dalam posisi mangkir atau menolak panggilan dari Tim Satgas BLBI, melainkan karena kondisi kesehatan Klien kami yang kurang prima untuk melakukan perjalanan meninggalkan Singapura," katanya.


James juga menerangkan Suyanto sudah tinggal di Singapura sejak 1999 karena ketidakpastian keamanan dan kondisi sosial ekonomi Indonesia yang terjadi dalam rentang waktu 1998 sampai 2001.


Suyanto Gondokusumo merupakan mantan Presiden Direktur Bank Dharmala. Dalam Panggilan Penagihan bernomor S-7/KSB/PP/2021, Satgas BLBI mencantumkan dua alamat rumah Suyanto Gondokusumo yang berada di Jakarta dan Singapura. Utang yang ditagih ke Suyanto mencapai Rp 904 miliar.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar