Rusia Kewalahan Diamuk Varian Delta, Vaksinasi Sampai Mandek

Jum'at, 24/09/2021 18:15 WIB
Seorang warga Rusia dievakuasi ke RS akibat varian delta (Reuters)

Seorang warga Rusia dievakuasi ke RS akibat varian delta (Reuters)

Rusia, law-justice.co - Rusia pada hari Jumat (24/9/2021) mencatat angka kematian harian tertinggi akibat virus Corona, menyusul lonjakan kasus yang terkait dengan varian Delta dan upaya vaksinasi yang mandek.


Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (24/9/2021), menurut penghitungan pemerintah, 828 kematian terkait COVID-19 tercatat selama 24 jam terakhir. Rekor jumlah kematian harian sebelumnya adalah 820 kematian.

Dengan angka terbaru itu, maka total kematian akibat COVID-19 di Rusia kini menjadi 202.273 kematian - jumlah korban jiwa tertinggi di Eropa.

Sejumlah pihak telah menuding pihak berwenang Rusia meremehkan keparahan wabah ini.

Di bawah definisi yang lebih luas untuk kematian terkait dengan virus Corona, badan statistik Rosstat melaporkan pada akhir Agustus bahwa Rusia telah mendapat lebih dari 350.000 kematian.

Rusia, negara terparah kelima di dunia dengan lebih dari tujuh juta infeksi virus Corona, telah mengalami peningkatan kasus sejak bulan lalu karena vaksinasi terhenti.

Moskow - pusat wabah Rusia - telah mengalami lonjakan selama seminggu terakhir. Para pejabat pun mengingatkan soal meningkatnya keterisian tempat tidur rumah sakit.

Wakil Wali Kota Moskow, Anastasia Rakova mengatakan minggu ini bahwa varian Delta yang sangat menular sekarang menjadi penyebab semua kasus COVID-19 di ibu kota Rusia tersebut.


Pemerintah Rusia awalnya menetapkan tujuan untuk menginokulasi penuh sekitar 60 persen populasi Rusia pada bulan September ini. Namun, kemudian Rusia menurunkan target itu meskipun vaksinasi gratis telah tersedia sejak awal Desember tahun lalu.

Pihak berwenang menghadapi populasi yang skeptis terhadap vaksin, dengan jajak pendapat independen menunjukkan bahwa mayoritas orang Rusia tidak berencana untuk divaksin.

Hingga Jumat (24/9/2021) ini, menurut situs web Gogov, yang menghitung data COVID-19 dari daerah-daerah, hanya 28 persen populasi yang telah divaksinasi lengkap.

Wakil Wali Kota Moskow, Anastasia Rakova mengatakan minggu ini bahwa varian Delta yang sangat menular sekarang menjadi penyebab semua kasus COVID-19 di ibu kota Rusia tersebut.


Pemerintah Rusia awalnya menetapkan tujuan untuk menginokulasi penuh sekitar 60 persen populasi Rusia pada bulan September ini. Namun, kemudian Rusia menurunkan target itu meskipun vaksinasi gratis telah tersedia sejak awal Desember tahun lalu.

Pihak berwenang menghadapi populasi yang skeptis terhadap vaksin, dengan jajak pendapat independen menunjukkan bahwa mayoritas orang Rusia tidak berencana untuk divaksin.

Hingga Jumat (24/9/2021) ini, menurut situs web Gogov, yang menghitung data COVID-19 dari daerah-daerah, hanya 28 persen populasi yang telah divaksinasi lengkap.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar