Nama Ahok Diseret, Ferdinand Hutahaean: Bacotnya Anies Kebongkar!

Jum'at, 24/09/2021 15:35 WIB
Ferdinand Hutahaean (Foto: Merdeka)

Ferdinand Hutahaean (Foto: Merdeka)

Jakarta, law-justice.co - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) mengatakan bacotnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kebongkar sampai sekarang.

Pasalnya, kata dia, saat debat dengan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Pilkada Jakarta 2017 lalu, Anies menjanjikan Program Rumah DP Nol Persen. Namun, ternyata gagal.

“Bacotnya Anies kebongkar sekarang dengan fakta Rumah DP 0% gagal dan malah masuk KPK kasus korupsi!!” katanya melalui akun Twitternya pada Kamis (23/9/2021).

Dalam video debat yang dibagikan Ferdinand, Ahok dan Anies memang sedang berdebat soal Program Rumah DP Nol yang ditawarkan Anies.

Awalnya, Ahok menyampaikan argumennya bahwa rumah tanpa DP yang ditawarkan lawannya itu tidak realitis.

Ahok memberikan kalkulasi, ada satu juta anak milenial yang ingin dibantu Pemerintah untuk bisa memiliki rumah tanpa DP dan tanpa bunga.

Jika harga satu rumah adalah Rp350 juta, maka total dan yang dibutuhkan adalah Rp350 triliun.

“Itu uang dari mana? Itu yang saya maksud itu loh. Jadi ngomong gampang, banyak yang mau jual rumah, gak ada duit (untuk) beli,” kata Ahok.

Anies lalu balas menyindir bahwa pilihannya memang adalah gubernur yang putus asa melihat kenyataan atau gubernur yang mau mencari solusi.

Menurutnya, masalah yang dikemukakan Ahok itu bisa diselesaikan karena ada perbankan dan mekanisme keuangan modern.

“Jadi jangan terlalu khawatirlah kalau soal begitu,” kata Anies.

Ahok lalu memberikan solusi lain, yakni warga yang gajinya Rp3 juta akan tinggal di Rumah Susun (Rusun) dan disubsidi seumur hidup oleh Pemerintah.

“Yang (gajinya) udah Rp7 juta tinggal model gaya kos. Yang di atas Rp10 juta, kita baru jual ke mereka, gitu loh. Ini ada solusinya nih,” jelasnya.

Anies Baswedan pun membalas bahwa begitu ada keberpihakan, maka akan muncul banyak solusi.
Menurutnya, pemerintah sangat bisa menanggung bunga rumah.

“Bahkan peraturan Gubernur BI mengizinkan bila ini adalah program Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. Jadi problem di sini adalah keberpihakan,” katanya.

Ahok lalu membalas bahwa ia sebagai orang keuangan pun bingung dengan solusi dari Anies Baswedan.

Ia menyinggung bahwa jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah Rp2.000 triliun.

“Kalau buat beli satu juta rumah yang Rp350triliun, ini mau bangun apa lagi kita? Untuk rumah? Terus orang bisa jual lagi nih rumah,” kata Ahok.

“Udahlah, solusi yang kami berikan. Saya gak suka bohongin orang untuk Pilkada, itu aja. Saya mesti ngomong jujur aja,” tambahnya.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar