Senggol Erick soal `Harta Karun` RI, Iwan Fals: Wuiih Moga-moga Bener!

Rabu, 22/09/2021 21:00 WIB
Iwan Fals (Ist)

Iwan Fals (Ist)

Jakarta, law-justice.co - Penyanyi dan penulis lagu Iwan Fals merespons temuan `harta karun` di Indonesia yang dilaporkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat kicauan pada akun Twitter pribadi.


"Wuiiih moga-moga bener," tulis Iwan yang memiliki akun bernama @iwanfals, dikutip Law-justice Rabu (22/9/2021)

Pada kicauan itu musisi yang memiliki nama asli Virgiawan Listanto ini turut menyertakan tangkapan layar tajuk berita mengenai laporan tersebut. Tajuk itu berbunyi "Erick Thohir Lapor Jokowi, Temukan `Harta Karun`".

Kemarin (21/9/2021), Erick Thohir mengaku telah menemukan potensi sumber energi minyak dan gas mencapai 204,7 juta barel. Temuan itu ia laporkan pada Jokowi saat peresmian pabrik hot strip milik PT Krakatau Steel.

"Ini sangat menggembirakan di kala kita terus menurun daripada produksi nasional kita," ujar Erick kepada Jokowi di tengah peresmian pabrik baja PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021).

Erick mengatakan temuan ini sekaligus menambah potensi bisnis bagi perusahaan minyak raksasa nasional tersebut. Apalagi, Pertamina tengah menargetkan peningkatan hasil penjualan dan keuntungan dari migas sampai 2024.

"Fondasinya kami jaga supaya di 2024, kami bisa punya penjualan US$92 miliar dan keuntungan US$8 miliar, sehingga valuasinya bisa US$100 miliar," katanya.

Erick melanjutkan valuasi US$100 miliar ini diperlukan agar Pertamina dapat meningkatkan posisi di dalam daftar Fortune Global 500. Daftar ini berisi perusahaan-perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia.

Saat ini, Pertamina sudah masuk dalam daftar tersebut dengan menduduki peringkat ke-287. BUMN migas itu berhasil masuk Fortune Global 500 karena memiliki nilai pendapatan sebesar US$41,47 miliar per akhir 2020.

Sementara nilai labanya sekitar US$1,05 miliar pada periode yang sama. Untuk itu, Erick ingin pembukuan pendapatan dan laba Pertamina bisa meningkat dan membuat perusahaan terus bertengger di Fortune Global 500.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan pengembangan bisnis Pertamina ke depan sudah dipetakan dengan membentuk enam subholding, yaitu subholding upstream, refinery and petrochemical, gas, power and renewable energy, commercials dan training, dan integrated marine logistics.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar