Kemendikbud Ungkap Selama PTM Ada 1.299 Klaster, 15.655 Positif Covid

Rabu, 22/09/2021 18:10 WIB
Antusiasme Siswa SD  terlihat pada raut wajah siswa yang ikuti uji coba sekolah tatap muka. Tim Satgas Covid-19 bentukan pihak sekolah memeriksa suhu tubuh siswa saat hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Pulogadung 07, Jakarta, Rabu (7/4). Dinas Pendidikan DKI Jakarta hari ini mulai menggelar pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah yang telah ditentukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta pembatasan 50 persen dari kapasitas kelas. Robinsar Nainggolan

Antusiasme Siswa SD terlihat pada raut wajah siswa yang ikuti uji coba sekolah tatap muka. Tim Satgas Covid-19 bentukan pihak sekolah memeriksa suhu tubuh siswa saat hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Pulogadung 07, Jakarta, Rabu (7/4). Dinas Pendidikan DKI Jakarta hari ini mulai menggelar pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah yang telah ditentukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta pembatasan 50 persen dari kapasitas kelas. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilakukan di sekolah-sekolah semenjak pandemi COVID-19 merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan pertimbangan cukup banyak. Dibutuhkan berbagai macam kesiapan dari sisi sarana, tenaga pengajar, hingga siswa dalam menerapkan protokol kesehatan.

Untuk melaksanakan PTM, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya kini harus berada di daerah yang menerapkan PPKM Level 1-3. Walau demikian, sekolah juga tetap diwajibkan memberikan opsi pembelajaran daring atau jarak jauh (PJJ) bagi orang tua dan siswa yang memilih untuk tinggal di rumah.


Sayangnya, semenjak PTM terbatas berlangsung, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat adanya klaster sekolah akibat penularan COVID-19.

Per Rabu (22/9/2021) pukul 11:14 WIB, tercatat 2,77% atau 1.299 klaster terjadi selama PTM. Angka ini didapat dari survei kesiapan PTM yang diikuti oleh 46.892 responden sekolah.

Untuk jenjang pendidikan, persentase klaster paling banyak ditemukan di SMA yakni 4,48% 107 klaster dari 2.388 responden.

Disusul SMP sebesar 3,41% atau 243 klaster dari 7.125 responden, SLB 3,28% 13 klaster dari 396 responden, SMK 3,04% 70klaster dari 2.302 responden, SD 2,78% 584 klaster dari 21.024 responden.

Terendah tercatat ada pada PAUD yakni sebesar 1.91% 250 klaster dari 13.082 responden.


Dari 1.299 klaster tersebut, ditemukan sebanyak 7.285 pendidik dan tenaga kependidikan yang positif COVID-19. Sementara ada 15.655 peserta didik yang tercatat positif.


Sehingga, ada total 22.920 tenaga pendidik maupun peserta didik yang terinfeksi corona selama PTM berlangsung saat pandemi COVID-19.
Terkait provinsi, Jawa Timur memiliki total klaster terbanyak yakni 164, kemudian disusul Jawa Barat sebanyak 149 klaster dan Jawa Tengah 132 klaster.

Sedangkan untuk daerah dengan tenaga pendidik paling banyak terinfeksi ada di Jawa Barat sebanyak 1.155 orang, disusul Jawa Tengah 733 orang, dan Sumatera Utara 553 orang.


Sementara untuk jumlah peserta didik yang paling banyak terinfeksi corona ada di Jawa Barat sebanyak 2.529 orang, kemudian Jawa Timur 2.507 orang, dan Banten sebanyak 1.136 orang.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar