7 Calon Hakim Agung MA Disejutui DPR, ini Kekayaan dan Rekam Jejaknya

Selasa, 21/09/2021 22:00 WIB
Gedung Mahkamah Agung (Foto: PA Purworejo)

Gedung Mahkamah Agung (Foto: PA Purworejo)

Jakarta, law-justice.co - Komisi III DPR telah merampungkan proses uji kelayakan terhadap 11 calon hakim agung. Dari 11 calon yang diajukan Komisi Yudisial (KY), DPR menyepakati 7 orang.


Dilansir dari laman komisiyudisial.go.id, pria kelahiran 14 Maret 1962 itu merupakan jebolan S2 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Saat ini dia menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA).

 

1. Dwiarso


Dalam kariernya, ia pernah menangani sejumlah perkara. Salah satu yang jadi perhatian publik ialah penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


Dwiarso yang saat itu duduk sebagai hakim ketua menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Ahok. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum. Ahok dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Dwiarso tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Januari 2021. Laporan ini terkait jabatannya sebagai Kepala Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA). Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 2.316.450.000
Alat Transportasi: Rp 290.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 400.184.000
Kas dan Setara Kas: Rp 1.036.958.074
Total: Rp 4.043.592.074

 

2. Jupriyadi


Jupriyadi pernah bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Utara hingga menjadi Ketua Pengadilan Negeri Bandung. Saat ini, hakim kelahiran 6 Juni 1962 itu menjabat sebagai Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawasan Mahkamah Agung.


Pada saat bertugas di PN Jakarta Utara, ia turut tergabung menjadi anggota majelis hakim yang mengadili Ahok.


Jupriyadi tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 28 Januari 2021. Laporan terkait jabatannya sebagai Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA). Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 1.410.000.000
Alat Transportasi: Rp 423.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 25.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp 1.600.000.000
Total: Rp 3.458.000.000

 

3. Prim Haryadi

Prim Haryadi ialah Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Dirjen Badilum) Mahkamah Agung (MA).


Ia pernah bertugas di beberapa pengadilan. Seperti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga Pengadilan Negeri Tangerang.


Prim tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 3 Maret 2021. Laporan terkait jabatannya sebagai Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Dirjen Badilum) Mahkamah Agung (MA). Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 4.938.000.000
Alat Transportasi: Rp 752.500.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 490.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp 1.666.540.558
Total: Rp 7.847.040.558

 

4. Suharto

Suharto saat ini menjabat sebagai Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Ia pernah bertugas di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kediri, hingga menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Ia kemudian mendapat promosi menjadi Hakim Tinggi PT Makassar sebelum akhirnya menjadi Panitera Muda Pidana MA. Suharto tercatat empat kali ikut dalam seleksi calon hakim agung sejak 2017.


Suharto tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 28 Maret 2021. Laporan terkait jabatannya sebagai Panitera Muda Pidana Khusus pada Mahkamah Agung (MA). Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 3.280.000.000
Alat Transportasi: Rp 227.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 751.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp 16.190.218
Total: Rp 4.274.190.218


5. Yohanes Priyana


Yohanes Priyana saat ini tercatat merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kupang. Ia pernah berkarier di Pengadilan Negeri Blitar, Banjarmasin, hingga Jakarta Pusat.


Sejumlah perkara pernah ditangani Yohanes. Termasuk kasus yang melibatkan penyuap pejabat Bakamla, Fahmi Darmawansyah; hingga kasus suap mantan panitera PN Jakpus, Edy Nasution.

Yohanes tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 8 Januari 2021. Terkait jabatannya sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kupang. Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 5.144.000.000
Alat Transportasi: Rp 570.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 592.750.000
Kas dan Setara Kas: Rp 937.744.972
Total: Rp 7.244.494.972
Kamar Perdata

 

6. Haswandi

 

Haswandi saat ini menjabat Panitera Muda Perdata Khusus. Pria kelahiran 2 April 1961 ini pernah berkarier di sejumlah pengadilan.


Salah satunya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 2015, saat bertugas di sana, ia merupakan hakim yang mengabulkan praperadilan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo. Atas putusannya, Hadi Poernomo lepas dari status tersangka KPK.


Perkara lain yang pernah ditangani Haswandi ialah kasus korupsi dan pencucian uang Anas Urbaningrum. Haswandi ialah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang menghukum eks Ketum Partai Demokrat itu dengan 8 tahun penjara.

Haswandi tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 14 Februari 2021. Yakni terkait jabatannya sebagai Panitera Muda Perdata Khusus Mahkamah Agung (MA). Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 2.707.178.600
Alat Transportasi: Rp 290.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 16.425.000
Kas dan Setara Kas: Rp 795.791.421
Utang: Rp 398.193.600
Total: Rp 3.411.201.421


7. Brigjen TNI Dr. Tama Ulinta Br Tarigan (dari kamar Milier)

Tama Ulinta Br Tarigan adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 8 Februari 2021 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.


Sebelum mengisi jabatannya saat ini, wanita kelahiran 3 Maret 1965 juga tercatat pernah menjabat beberapa posisi. Seperti Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan Mahkamah Agung, Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, hingga Waka Dilmilti II Jakarta Mahkamah Agung.


Tama tercatat terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 9 Februari 2021 terkait jabatannya sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama. Berikut rinciannya:


Tanah dan Bangunan: Rp 700.000.000
Alat Transportasi: Rp 256.000.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp 42.800.000
Kas dan Setara Kas: Rp 12.405.461
Utang: Rp 198.763.000
Total: Rp 812.442.461

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar