Ferdinand Hutahaean: Roy Suryo Tak Siap Berdemokrasi!

Senin, 20/09/2021 17:44 WIB
Ferdinand Hutahaean. Foto: Net (ist)

Ferdinand Hutahaean. Foto: Net (ist)

Jakarta, law-justice.co - Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean buka suara usai dirinya dipolisikan eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo ke Polda Metro Jaya.

"Begini loh, poin utama, saya tidak pernah menyebut Roy Suryo dalam cuitan saya. Saya pikir Roy Suryo orang yang tak siap berdemokrasi dalam hal ini dan dirinya hanya ingin nyinyir ke yang lain tapi tak ingin dikritik atau dinilai oleh orang lain. Roy tampak hanya boleh dan hanya ingin menilai tapi tak boleh dan tak ingin dinilai," ujar Ferdinand kepada wartawan, Senin (20/9/2021).

Ferdinand menjelaskan, terkait sebutan bodoh terhadap logika berpikir Roy Suryo saat menilai peningkatan harta kekayaan Presiden Jokowi di LHKPN yang dilaporkan ke KPK. Menurutnya, Roy Suryo saat itu hanya sedang nyinyir ke Jokowi.

"Jadi komentarnya terkesan negatif terhadap Pak Jokowi dengan peningkatan hartanya, padahal wajar peningkatan itu dan sangat normal. Maka, ketika Roy nyinyir dan terkesan negatif menilai peningkatan harta itu justru berpotensi mencemarkan nama baik presiden, maka logikanya harus diluruskan. Diluruskan dengan cara apa? Ya itu tadi, bahwa harta yang dilaporkan itu dijamin bersih," ucapnya.

Lalu, Ferdinand berbicara soal cuitannya yang dinilai menuduh Roy Suryo mengambil barang negara. Dia mengklaim bahwa cuitan itu tidak menuduh Roy Suryo.

"Padahal saya tak menuduh, saya hanya memberi contoh perbuatan yang patut dicurigai kalau kekayaannya meningkat mendadak, yaitu dengan cara membawa aset negara pulang ke rumah pribadi. Kalimat saya tidak ada menuduh, tapi memberi contoh dan saya tulis dalam alinea berbeda. Maka nalar Roy menurut saya salah, dia terlalu merasa dituduh membawa pulang aset negara, padahal saya tidak sedang menuduh, tapi memberi contoh. Kenapa dia merasa ya?" ujarnya.

Dia tak mempermasalahkan laporan Roy Suryo terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya. Ferdinand menilai hal itu adalah hak Roy Suryo dan dia berjanji akan menghadapinya.

"Tapi hati-hati juga kalau nanti tak terbukti ada unsur pidananya, Roy bisa saya laporkan balik. Hati-hati saja di situ. Masa kita tak bisa menilai nalar orang lain? Kalau kata bodoh dianggap pidana dan pencemaran nama baik, waduhhh guru-guru sekolah bisa kena pidana semua. Bilang pintar boleh, tapi bilang bodoh tidak boleh?" imbuhnya.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar