Fenomena Berulang Lagi, Kasus Covid-19 Turun Jelang Pengumuman PPKM

Senin, 20/09/2021 09:58 WIB
WHO Sebut Hanya Jakarta yang Penuhi Standar Minumun Tes Corona di Jawa. (Detik)

WHO Sebut Hanya Jakarta yang Penuhi Standar Minumun Tes Corona di Jawa. (Detik)

Jakarta, law-justice.co - Kasus positif Covid-19 yang selalu mengalami penurunan tiap H-1 pengumuman pemerintah memperpanjang kebijakan PPKM menjadi sorotan.

Angka kasus relatif turun signifikan, atau bahkan terjun bebas di tiap hari Minggu atau Senin sebelum Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan beberapa jam kemudian.

Tren tersebut dapat dilihat dari grafik perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari yang diunggah di covid-19.go.id.

Seperti melansir cnnindonesia.com, pada perpanjangan PPKM yang ke-6 pada 24 Agustus lalu hingga perpanjangan ke 9 yaitu 14 September, selalu didahului dengan kasus harian yang paling rendah dibanding hari lain dalam satu pekan sebelumnya.

Kasus positif Covid-19 harian baru kembali melonjak pada hari pertama pelaksanaan perpanjangan PPKM.

Pada 23 Agustus atau sehari sebelum perpanjangan PPKM keenam, misalnya, kasus positif harian bertambah 9.604 kasus. Jumlah ini merupakan yang paling rendah dibanding hari lain dalam satu pekan sebelumnya yang sempat mencapai 22.053 kasus pada 19 Agustus.

Sebaliknya, pada Selasa 24 Agustus atau hari pertama perpanjangan PPKM, grafik kasus Covid-19 kembali melonjak menjadi 19.106 kasus.

Kemudian, pada satu hari sebelum perpanjangan PPKM ke-7 yakni Senin, 30 Agustus, kasus harian Covid-19 juga mengalami tren penurunan dan paling rendah dibanding hari lain dalam satu pekan sebelumnya, yaitu 5.436 kasus.

Sementara, pada hari pertama perpanjangan PPKM, Selasa, 31 Agustus, grafik kasus Covid-19 harian kembali meroket hingga menyentuh angka 10.534 kasus.

Kemudian, perpanjangan PPKM ke-8 juga didahului dengan tren yang sama. Pada Senin, 6 September atau sehari sebelum PPKM kembali diperpanjang, kasus positif harian berjumlah 4.413 kasus. Namun, sebagaimana pekan sebelumnya, kasus harian Covid-19 pada hari pertama perpanjangan PPKM kembali melonjak menjadi 7.201 kasus.

Tren serupa juga terjadi menjelang perpanjangan PPKM ke-9. Pada Senin, 13 September lalu, kasus Covid-19 harian tercatat berada di angka 2.577 kasus, paling rendah dalam satu pekan sebelumnya. Kasus harian positif Covid-19 kemudian kembali melonjak pada hari berikutnya hingga menyentuh angka 4.128 kasus.

Tren semacam ini juga terjadi pada hari terakhir perpanjangan PPKM ke-9. Pada hari ini, Senin 19 September, kasus positif harian berada di angka 2.234 kasus, paling rendah dibanding hari lain dalam satu pekan terakhir.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Turmudzi sudah dicoba dihubungan guna meminta penjelasan terkait hal ini. Namun, hingga berita ini ditulis Nadia belum merespons.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (23/8) memang mengakui terdapat ratusan hingga ribuan kasus konfirmasi positif dan kematian yang akan dirilis secara bertahap dalam sepekan ke depan. Hal ini berkaitan dengan perbaikan data dua kategori tersebut.

"Akibat tabungan kasus konfirmasi dan kematian yang akan dikeluarkan oleh beberapa kabupaten kota, ada mungkin beberapa ratus atau mungkin ribu data yang secara bertahap akan dikeluarkan dalam seminggu atau 10 hari ke depan ini," kata Luhut, Senin (23/8).

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (13/9) lalu, menyebut terdapat puluhan ribu data kasus positif Covid-19 yang belum dilaporkan ke publik lebih dari 21 hari.

Menurut Budi, tenaga petugas laboratorium yang terbatas membuat input data kasus positif ke dalam sistem New All Record (NAR) itu terlambat.

"Kita melihat banyak data di daerah yang belum di-upload. Jadi sakitnya sudah lebih dari 21 hari, padahal Covid-19 ini kan rata-rata 14 hari sudah sembuh atau wafat, jadi sangat jarang yang di atas 14 hari, tapi itu banyak sekali puluhan ribu yang di atas 21 hari," kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI, Senin (13/9).

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar