Ketika PDIP Memuji Pernyataan Letjen Dudung: Bentuk Toleransi!

Sabtu, 18/09/2021 11:57 WIB
Politisi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (CNN).

Politisi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (CNN).

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua MPR Fraksi PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, pernyataan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman soal semua agama sama di mata Tuhan sebagai bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut juga menurut Basarah, sesuai sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pernyataan Pangkostrad bahwa semua agama benar di mata Tuhan harus kita lihat bukan dalam rangka menyamakan apalagi mengkompromikan aqidah masing-masing agama yang berbeda-beda," kata Basarah, Sabtu (18/9/2021).

"Namun, sebagai bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” sambungnya.

Basarah pun mengutip hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari, yaitu innamal a`malu binniyat (sesungguhnya segala perbuatan manusia tergantung pada niatnya).

Menurutnya, sebagai seorang Muslim dia harus meyakini apa yang difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Imran ayat 19 yang mengatakan innaddiina ‘indallaahil Islam yang berarti agama yang benar dan diterima di sisi Allah SWT adalah agama Islam.

Ia menegaskan bahwa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila yang mengajarkan untuk hidup saling hormat-menghormati sesama pemeluk agama.

“Saya tidak boleh mengatakan kepada orang lain di luar Islam bahwa agama mereka sesat dan apalagi menghina mereka karena Al Qur`an juga mengajarkan kepada saya sebagaimana tertera dalam Surat Al Kafirun ayat enam,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk menjalankan syariat agama masing-masing dengan hidup berdampingan sesama pemeluk agama lainnya dengan sikap saling hormat-menghormati agar bangsa Indonesia rukun dan damai.

Ahmad Basarah mengajak semua pihak melihat pernyataan Pangkostrad Dudung Abdurachman secara positif, yaitu sebagai motivasi bagi para prajurit yang menganut agama berbeda-beda agar mencintai agamanya dengan tetap menghormati keanekaragaman suku bangsa, serta mencintai negara mereka sendiri.

“Dilihat dari konteks ini, saya yakin niat beliau mengungkapkan pernyataan itu dalam spirit mencinta negeri itu, juga dalam koridor menjaga amanat Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar