Merger Indosat dan Tri Hasilkan Aset Rp 85 Triliun

Kamis, 16/09/2021 21:47 WIB
Merger operator seluler Indosat dan Tri (Markom)

Merger operator seluler Indosat dan Tri (Markom)

Jakarta, law-justice.co - PT Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) sepakat untuk merger. `Perkawinan` operator seluler ini memiliki nilai aset  USD 6 miliar atau setara dengan Rp 85 triliun.

Pemegang saham kedua perusahaan, Ooredoo dan dan CK Hutchison Holdings Limited mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia.

Kesepakatan merger ini menjadi akhir dari alotnya pembahasan kedua belah pihak sejak Desember 2020. Sejak saat itu, masa berakhir Memorandum of Understanding (MoU) berulangkali ditunda sampai akhirnya, Indosat dan Tri sah `kawin`.

"Transaksi telekomunikasi besar di Asia dengan nilai total hingga USD 6 miliar," dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (16/9/2021). Dengan sahnya merger Indosat dan Tri ini, menciptakan operator seluler terbesar kedua di Indonesia. Mereka mengklaim bisa meraih pendapatan tahunan hingga USD 3 miliar.

Dijelaskan bahwa penggabungan Indosat dan Tri akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptkan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial, serta dapat memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.

Perusahaan gabungan Indosat dan Tri ini akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.

Disebutkan penggabungan aset dan produk dari Indosat dan Tri yang saling melengkapi akan mendorong inovasi dan pengembangan jaringan, memungkinkan perusahaan memberikan layanan digital terbaik dan melayani tawaran produk kepada pelanggan.

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia. Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai USD 387 juta.

Menyusul transaksi di atas, Para Pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.

(Farid Fathur\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar