BNPT Awasi Grup WA hingga Telegram untuk Tangkal Aksi Terorisme

Rabu, 15/09/2021 16:00 WIB
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. (Istimewa)

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. (Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Belakangan ini peristiwa penangkapan terduka teroris makin marak terjadi. Baru-baru ini, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap 4 terduga teroris di Jakarta dan Bekasi. Salah satu terduga terorirs ditangkap di Bekasi berinisial S adalah pegawai Kimia Farma.

Demi menangkal potensi radikalisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun melakukan pemetaan literasi digital di masyarakat.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menuturkan, pihaknya melakukan penangkalan konten radikalisme dan terorisme di berbagai platform media sosial. Terutama difokuskan terhadap 4 platform.

"Pertama Telegram, WA, FB, dan TamTam," ujar Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (15/9/2021).

Boy mencatat per Agustus 2021 terdapat 399 grup maupun kanal media sosial yang dipantau, di mana aplikasi Telegram menempati jumlah tertinggi dengan mencapai 135 grup kanal.

"Dan proses take down atau katakanlah langkah-langkah hukum kami kerja samakan dengan aparat hukum terkait. Kalau berkaitan dengan platform kami bekerja sama dengan Ditjen Aptika Kemkominfo," kata dia.

Sedangkan lanjut Boy, hal yang berkaitan dengan kejahatan siber, BNPT berkoordinasi dengan Polri.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar