Jokowi ke Majelis Rektor: Ada yang Didik Mahasiswa Jadi Ekstremis!

Rabu, 15/09/2021 07:52 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Setneg)

Presiden RI Joko Widodo (Setneg)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh rektor dan jajarannya untuk mendidik mahasiswa secara utuh.

Jokowi tidak ingin mahasiswa yang diajari tentang kebangsaan di dalam kampus justru terpapar paham radikal saat di luar kampus.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, pada Senin (13/9/2021), sebagaimana tayangan videonya diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/9).

Jokowi awalnya meminta agar mahasiswa tidak diajari hal-hal yang bersifat rutinitas dan monoton.

"Oleh sebab itu, tugas universitas adalah mencetak, melahirkan mahasiswa yang unggul dan utuh, sehat jasmani, sehat rohani, budi pekertinya. Baik sisi kebangsaannya," ujar Jokowi.

Jokowi menyadari hal itu bukanlah tugas yang ringan. Karena itu, Jokowi juga meminta para rektor memperhatikan pendidikan mahasiswa di luar kampus.

"Tugas rektor dan seluruh jajarannya bukan hanya mendidik mahasiswa di kampus saja, apalagi hanya di kelas. Hati-hati mengenai ini. Juga menjadi tugas para rektor dan jajarannya yang berkaitan yang di luar kampus. Artinya, di luar kampus pun menjadi tugas rektor dan seluruh jajarannya, hati-hati," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan mahasiswa harus diberi perhatian di dalam maupun di luar kampus. Jokowi ingin mahasiswa tetap menerapkan nilai-nilai Pancasila di luar kampus.

"Di dalam kampus dididik mengenai budi pekerti, di luar kampus nggak ada yang mendidik, jadi pecandu narkoba. Nah, untuk apa kita kalau nggak bisa menjangkau ke sana?" ucapnya.

"Di dalam kampus dididik mengenai Pancasila, kebangsaan. Di luar kampus ada yang mendidik mahasiswa kita jadi ekstremis garis keras, jadi radikalis garis keras, lha untuk apa?" imbuh Jokowi.

Atas hal itu, Jokowi meminta urusan-urusan kecil pun diperhatikan. Jokowi lalu menceritakan masa lalunya saat menjadi mahasiswa.

"Jadi terakhir tanggung jawab rektor itu di dalam kampus dan di luar kampus. Urusan hal-hal yang kecil saja memang harus kita perhatikan. Urusan makan mahasiswa itu harus dicek betul. Mohon maaf saya ingat di UGM di Yogya, dulu sering sekali mahasiswa itu terkena penyakit bareng-bareng. Apa Pak rektor? Hepatitis, saya ingat kemudian tipes," tambah Jokowi.

"Karena apa? Warung-warung mahasiswa yang saya dulu juga mengalami, kalau mencuci piringnya di ember, airnya satu ember, dipakai pagi sampai tengah malam. Berikan mereka air mengalir. Mahasiswa kita jadi pembawa penyakit semuanya. Hal-hal kecil-kecil, tetapi ya percuma kalau orang sepintar apa pun kalau tidak sehat, untuk apa? Itu yang tadi saya sampaikan, unggul dan utuh," beber Jokowi.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar