Tak Punya Empati, Renovasi Ruang Kerja Menteri Nadiem Capai Rp5 Milyar

Jum'at, 10/09/2021 11:32 WIB
Nadiem Makarim. (Tempo)

Nadiem Makarim. (Tempo)

Jakarta, law-justice.co - Baru-baru ini, kabar adanya kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi yang ingin merenovasi ruang kerja Menteri Nadiem Makarim memantik beragam respon dari para pengamat dan warganet di media sosial.

Salah satunya cendekiawan muslim, Azyumardi Azra yang menyebut Nadiem tidak memiliki sense of crisis.

Menurutnya, menteri pendidikan dan kebudayaan seharusnya memiliki empati dan membantu anak didik yang saat ini tengah kesulitan.

"Seharusnya Menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perilaku ber-kebudayaan, yaitu `sense of crisis` dan sikap empati untuk membantu anak didik yang terkapar," ujar dia melalui akun Twitternya, @Prof_Azyumardi pada Kamis (9/9/2021) kemarin.

Terlebih, saat ini tidak sedikit sektor pendidikan yang sulit bangkit dan menjalankan kembali sekolah secara formal karena pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

Dengan alasan itu, seharusnya menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim bisa lebih peka dan empati melihat fenomena di lapangan dan memilih untuk menolak usulan itu.

"Menolak menggunakan anggaran untuk hal tidak urgen, sambung dia.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar kabar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi bakal merenovasi ruang kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim.

Sejumlah warganet juga mengkritik kebijakan yang dianggap tidak urgent tersebut.

"Seharusnya inget pelajaran ekonomi, skala prioritas. Apakah renovasi ruang kerja itu kebutuhan primer, sekunder atau tersier," tulis Suaynilam.

"Gak jelas kemarin dana BOS min 60 siswa yg kota gak masalah lah yg diplosok harus nyari sekolah puluhan kilo untuk dapat sekolah ini malah mau buat gedung haha," tulis Rizal.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar