Ketum PBNU Said Aqil Mengaku Tak Yakin Taliban Bakal Berubah

Rabu, 08/09/2021 07:10 WIB
Ternyata Tak Cuma JK, PBNU Juga Pernah Temui Taliban, Buktinya Jelas. (Twitter).

Ternyata Tak Cuma JK, PBNU Juga Pernah Temui Taliban, Buktinya Jelas. (Twitter).

Jakarta, law-justice.co - Kelompok Taliban mengklaim mereka bakal berubah setelah menguasai hampir seluruh wilayah Afghanistan.

Meskipun tetap memimpin pemerintahan berdasarkan syariat Islam, Taliban akan bersikap lebih moderat, antara lain dengan lebih menjaga HAM dan menghormati hak-hak perempuan.

Namun perubahan sikap seperti dijanjikan semacam itu, menurut Ketua Umum PBNU, Prof DR KH Said Aqil Siradj, dipastikan akan mendapatkan tentangan dari faksi-faksi lain di dalam tubuh Taliban sehingga akan menimbulkan perpecahan.

"Untuk saya pribadi ya saya tidak yakin karena begitu ada perubahan pasti akan ada perpecahan di dalam (Taliban). Kita lihat saja dalam beberapa bulan ke depan apakah saya benar atau salah. Semoga mereka bukan omong kosong, tidak bohong," kata Kiai Said seperti melansir detikcom.

Dia lebih percaya bahwa janji-janji perubahan sikap yang disampaikan Taliban setelah menguasai kembali Kabul lebih untuk menarik pengakuan dunia. Sebab, bila tak menyampaikan janji-janji semacam itu, dipastikan tak akan ada negara yang mau mengakui dan mendukung mereka. Akibatnya, Afghanistan di bawah Taliban akan benar-benar terisolasi secara politik dan ekonomi dan sulit membangun bangsanya.

"Supaya mendapatkan pengakuan dunia Internasional ya dia harus ngomong gitu. Sekarang kan baru China dan Rusia yang dukung. Negara-negara Arab masih diam semuanya, negara Islam semuanya masih diam. Kita juga wait and see," ungkap Said.

Sebelumnya, alumnus Universitas King Abdul Aziz dan Umm Al-Qura ini memaparkan asal-usul Taliban. Kelompok ini berasal kata dari Talib, artinya mahasiswa atau pelajar. Artinya, organisasi itu dibentuk oleh para pelajar atau kaum intelek. Kemudian Taliban merekrut beberapa anggota bergabung dengan yang lain sama- sama mendirikan Mujahidin yang berjuang melawan Uni Soviet pada era 1980-an.

Saat disingkirkan pasukan AS, Taliban sempat bersekutu dengan Al-Qaeda dan belakangan dengan ISIS. Sebab, mereka sama-sama menjadikan AS sebagai musuh.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar