Raih Emas Paralimpiade 2020, Inilah Sosok Leani Ratri & Khalimatus

Minggu, 05/09/2021 11:12 WIB
Foto: Atlet Indonesia Oktila Leani Ratri (kiri) dan Sadiyah Khalimatus berpose dengan medali emas saat penyerahan medali emas ganda putri kategori SL3-SU5 pada Paralympic Games Tokyo 2020, Sabtu, (4/9/2021) di Tokyo, Jepang. (AP/Yohei Nishimura)

Foto: Atlet Indonesia Oktila Leani Ratri (kiri) dan Sadiyah Khalimatus berpose dengan medali emas saat penyerahan medali emas ganda putri kategori SL3-SU5 pada Paralympic Games Tokyo 2020, Sabtu, (4/9/2021) di Tokyo, Jepang. (AP/Yohei Nishimura)

Jakarta, law-justice.co - Hingga saat ini, pundi-pundi medali Indonesia bertambah lagi setelah Leani Ratri Oktila meraih medali perak cabang badminton nomor tunggal putri nomor SL4 di Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Yoyogi, Minggu (5/9).

Sebelumnya, Leani Ratri Oktila bersama Khalimatus Sadiyah berhasil merebut emas Paralimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan Cheng Hefang/Ma Huihui di nomor ganda putri SL3-SU5 di Paralimpade Tokyo 2020.

Pada pertandingan final tunggal putri nomor SL4, Leani Ratri kalah dari atlet badminton China Cheng Hefang 19-21, 21-17, 21-16.

Duel Leani vs Cheng berlangsung sengit. Leani dan Cheng saling kejar poin pada gim pertama. Akan tetapi, Leani yang baru meraih emas ganda putri Paralimpiade Tokyo harus mengakui keunggulan Cheng Hefang pada gim pertama 19-21.

Leani berupaya bangkit pada gim kedua. Serangan demi serangan dilancarkan Leani. Reli panjang juga kerap tidak terhindarkan. Keberuntungan jadi milik Leani yang unggul 21-17 pada gim kedua dengan durasi 17 menit.

Akan tetapi, Leani Ratri Oktola harus mengakui keunggulan Cheng Hefang pada gim penentuan. Cheng menang 21-16 dan berhak atas medali emas nomor SL4, sedangkan Leani harus puas dengan perak.


Foto: Bulu Tangkis Paralimpiade Tokyo 2020. (AP/Yohei Nishimura)

Kemenangan tersebut bisa jadi pembalasan bagi Cheng Hefang yang dikalahkan leani pada nomor ganda putri Paralimpiade Tokyo.

Medali perak itu jadi yang kedua bagi Leani Ratri Oktila pada Paralimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya Leani Ratri dan pasangannya Khalimatus Sadiyah meraih emas pada nomor ganda putri SL3-SU5 usai mengalahkan Chen Hefang/Ma Huihui, Sabtu (4/9).

Dengan tambahan medali tersebut, kontingen Indonesia kini mengoleksi 7 medali: 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu di Paralimpiade Tokyo 2020

Atas raihan medali emas, Presiden RI Joko Widodo menyambut gembira atas prestasi ini. "Medali emas Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo akhirnya datang juga," sambut Jokowi dalam akun Instagram @jokowi.

"Inilah medali emas pertama untuk Indonesia di Paralimpiade. Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat kepada Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah," tulis Jokowi.

Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan selamat kepada atlet bulutangkis Suryo Nugroho yang meraih medali perunggu tunggal putra Standing Upper 5, serta kepada pebulutangkis Dheva Anrimusthi yang meraih medali perak pada nomor tunggal putra Standing Upper 5.

Tak hanya itu, Presiden juga menyampaikan selamat kepada tiga atlet peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020, yakni David Jacobs yang meraih perunggu di paratenis meja kelas 10, Saptoyogo Purnomo yang meraih perunggu di nomor lari 100 meter T37 putra, serta kepada atlet angkat besi NiNengah Widiasih yang meraih perak di kelas 41 kg putri.

Profil Leani dan Khalimatus

Dari sisi prestasi, situs Paralympic.org, menuliskan profil Leani yang kelahiran 6 Mei 1991. Leani mengalami kecelakaan sepeda motor pada tahun 2011 yang merusak kaki kirinya, menyebabkannya kainya menjadi 7cm lebih pendek dari kaki kanannya

Dia tengah belajar untuk gelar master dalam bahasa Indonesia di Universitas Veteran Bangun Nusantara di Sukoharjo. Leani mulai bermain bulu tangkis pada usia 7 tahun dan bergabung dengan tim pelatihan bulu tangkis nasional paragames pada tahun 2013.

Kantor berita Indonesia, Antara, menuliskan beberapa prestasi yang ditorehkan Leani, di antaranya Kejuaraan Dunia BWF (emas ganda campuran di Korea 2017, emas tunggal putri di Swiss, 2-19, emas ganda campuran di Swiss 2019).

Lalu Asian Paragames (emas ganda campuran di Incheon 2014, emas ganda putri di Jakarta 2018, emas ganda campuran di Jakarta 2018), kemudian Asean Paragames (emas tunggal putri di Singapura 2015, emas ganda putri di Singapura 2015, emas ganda putri di Kuala Lumpur 2017, emas ganda campuran di Kuala Lumpur 2017).

Gelar lain di turnamen internasional (7 emas, dua perak di Indonesia Para-Badminton International 2014-2016), 5 emas di Thailand Para-Badminton International 2017-2018, dan 3 emas dan satu perak Australia Para-Badminton International 2018, 5 emas dan 3 perak Dubai Para-Badminton International 2019, 6 emas di Canada Para-Badminton International 2019, dan 2 emas dan 1 perak di Brazil Para-Badminton International 2020).

Sementara Khalimatus Sadiyah adalah atlet kelahiran 17 September 1999. Dia belajar bulu tangkis di kelas lima sekolah dasar. Dia berkompetisi di pertandingan tingkat provinsi pertamanya pada tahun 2013, sebagaimana dituliskan Paralympic.org.

Alim, panggilan akrab, sebetulnya ingin menjadi atlet voli atau sepak bola. Tapi peran keluarganya membuat Alim memutuskan untuk bermain bulu tangkis hingga sekarang.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar