Kadin Indonesia-UEA Teken Kerjasama Kemitraan Ekonomi & Investasi

Kamis, 02/09/2021 19:31 WIB
Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, bersama Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, dan Ketua Kadin UEA, Abdulla M. Ali Ghanem Almazrui. (Istimewa)

Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, bersama Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, dan Ketua Kadin UEA, Abdulla M. Ali Ghanem Almazrui. (Istimewa)

law-justice.co - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Federation of UAE Chambers of Commerce & Industry (UEA) menekan nota kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan jasa.

Penandatanganan dilakukan pada Forum Bisnis yang digelar usai Peluncuran Perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IUAE-CEPA) pada Kamis (2/9/2021) di Bogor, Jawa Barat.

Acara yang disiarkan secara virtual itu dihadiri oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, dan Ketua Kadin UEA, Abdulla M. Ali Ghanem Almazrui.

Mendag Lutfi menuturkan, pihaknya mendukung kerja sama dan kolaborasi yang dilakukan oleh Kadin Indonesia dengan Kadin UEA untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, terlebih saat ini tengah dimulai proses Perundingan IUAE-CEPA.

Ia juga menyampaikan, perwakilan dagang di luar negeri siap membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.

“Kadin dan para pelaku usaha Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan peluang yng semakin terbuka lebar. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha tentunya dapat memberikan hasil yang optimal bagi kinerja perdagangan kedua negara,” kata Lutfi.

Pada kesempatan yang sama, Arsjad menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan upaya kedua pihak untuk memajukan dan meningkatkan kerja sama di bidang bisnis, perdagangan, dan ekonomi. Terlebih, kedua pihak melihat berbagai potensi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Ia menambahkan, ada beberapa kerja sama strategis yang bisa menjadi prioritas mengacu pada situasi dan kondisi saat ini, yakni mengenai isu kesehatan, di mana Indonesia sedang mendorong pengembangan industri kesehatan, industri untuk ketahanan pangan, hingga pengembangan industri energi, seperti solar energy.

"Kadin juga berharap kedua belah pihak bisa meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas UMKM melalui link and match. Tidak hanya kerjasama diantara para pelaku usahanya, tetapi juga dukungan dari pemerintah kedua negara," ujar Arsjad.

Arsjad juga meyakini, kerja sama ini dapat memperkuat hubungan kerja sama kedua negara sekaligus mendorong pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, baik Kadin Indonesia maupun Federasi Kadin UEA, akan saling membantu dan berpartisipasi dalam pameran dagang, konferensi atau seminar yang terkait dengan perdagangan, investasi dan ekonomi yang diadakan di negara masing-masing.

"Poin lain yang kita sepakati, kedua Kadin harus saling mendukung dan mendorong pertukaran delegasi yang membawa misi perdagangan dan misi industri serta kunjungan pengusaha dari kedua negara baik secara individu maupun kelompok. Jadi saat kita atau mereka melakukan kunjungan, sudah ada jaminan dan kemudahan," tambah Arsjad.

Sementara itu, Abdullah M. Ali Mazrui, mengatakan, kerja sama antara UEA dan Indonesia akan saling memperkuat perekonomian kedua negara.

"Indonesia merupakan mitra dagang yang penting bagi UEA. Kami harapkan, nota kesepahaman yang ditekan antara Kadin Indonesia dan Federasi Kadin UEA akan menciptakan peluang baru bagi pengusaha kedua negara. Pengusaha dari UEA sangat tertarik berinvestasi di Indonesia sebagai bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi," ujarnya.

Arsjad berharap, kerja sama kedua Kadin yang berlaku selama 3 (tiga) tahun ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara. Indonesia dan UEA, kata Arsjad, merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan dinamis.

Kedua negara memiliki potensi jumlah penduduk muda produktif yang memiliki peran signifikan dalam mengubah kondisi geopolitik dan geoekonomi di masing-masing kawasannya.

Arsjad menjelaskan, sejumlah reformasi kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama soal UU Cipta Kerja yang membuat iklim investasi di Indonesia stabil, menarik dan ramah investor.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonominya. Kami punya penduduk usia produktif yang sangat besar, SDM yang ulet dan punya kualitas, SDA yang sangat kaya, baik itu di darat maupun laut. Jadi, berinvestasi jangka panjang di Indonesia sangat menjanjikan," jelas Arsjad.

Saat ini, UEA merupakan salah satu pasar ekspor nontradisional yang menjadi hub perdagangan internasional ke tujuan pasar Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Total perdagangan Indonesia-UEA pada periode Januari-Juni 2021 mencapai US$ 1,86 miliar.

Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke UEA tercatat sebesar US$ 0,85 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke UEA di antaranya minyak sawit, perhiasan, tabung dan pipa besi, mobil dan kendaraan bermotor, serta kain tenun sintetis.

 

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar