Awas, Indonesia Bisa Masuk Fase Hiperendemi Covid 19 Karena Hal ini

Kamis, 26/08/2021 14:59 WIB
Ilustrasi 75 Tahun Indonesia Merdeka di Saat Wabah Corona (ist)

Ilustrasi 75 Tahun Indonesia Merdeka di Saat Wabah Corona (ist)

Jakarta, law-justice.co - Status epidemi virus Corona di Indonesia disebut pakar akan masuk hiperendemi. Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra memberi contoh seperti yang terjadi pada kasus tuberkulosis (TBC) saat ini.

Naiknya angka kasus TBC menurutnya masih sangat tinggi di Indonesia, begitu juga di dunia. "Ada penyakit yang endemi masih tinggi seperti tuberkulosis, itu ada di seluruh daerah, di Indonesia masih tinggi, di belahan-belahan dunia juga masih mengalaminya ya," .

"Artinya situasi endemi di Indonesia boleh jadi akan lebih spesifik lagi ke daerah-daerah atau pulau-pulau yang memang cukup rentan, baik secara lingkungan maupun perilaku masyarakat," sambung dia.
 
Hermawan mengatakan keterbatasan SDM dalam merespons penanganan pandemi hingga kemandirian vaksin jadi faktor Indonesia masuk hiperendemi. "Karena laju penularannya masih tinggi, kelemahan testing kita masih terjadi, perilaku yang masih belum disiplin, SDM penanganan yang terbatas di daerah-daerah Indonesia potensial memasuki hiperendemi," lanjutnya.

"Jadi hiperendemi ini maknanya penyakit yang akan bertahan dengan status risiko yang masih tinggi apalagi belum ditemukan obat dan vaksinnya, Indonesia juga belum mampu secara mandiri," kata Hermawan.

Di sisi lain, Hermawan mengingatkan penyakit-penyakit yang kemudian menjadi endemi di Indonesia sudah banyak terjadi seperti halnya kasus malaria hingga polio. Maka dari itu, sejumlah wilayah dengan perilaku protokol kesehatan yang minim, bukan tidak mungkin akan terus menerus menghadapi wabah COVID-19.

"Negara kita ini kan negara yang besar ya, terdiri dari beragam suku dan beribu pulau tapi pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, itu akan boleh jadi tetap akan ada kasus-kasus yang muncul kembali," ujar dia.

(Farid Fathur\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar