Komisi Pertahanan DPR Minta BIN & TNI Waspada Usai Kebangkitan Taliban

Sabtu, 21/08/2021 19:50 WIB
Pasukan bersenjata Taliban. (Foto: Al-Jazeera).

Pasukan bersenjata Taliban. (Foto: Al-Jazeera).

law-justice.co - Anggota Komisi Pertahanan (Komisi I) DPR Muhammad Farhan meminta pemerintah, khususnya BIN dan TNI, agar mewaspadai munculnya gerakan teroris bawah tanah menyusul kebangkitan Taliban di negara Afganistan.

"Kami akan meminta pada Badan Intelijen Negara (BIN), Lembaga Pertahanan Nasional, juga beberapa lembaga strategis di TNI dan di Kementerian Luar Negeri untuk memulai sebuah program, bagaimana kita membangun kembali pertahanan agar kita bisa mencegah infiltrasi paham-paham tersebut," kata Farhan dalam diskusi virtual, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya, paham radikalisme yang disinyalir saat ini masih ada di Indonesia perlu diwaspadai agar tidak menyusup masuk.

Sebab, bukan tidak mungkin euforia kemenangan Taliban mendorong mereka untuk bangkit kembali melancarkan gerakan propaganda jihad.

Ia juga menyoroti sikap sejumlah tokoh nasional yang ingin merangkul Taliban, seperti Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Harus disikapi dengan fakta bahwa sikap moderat dan merangkul Pak Jusuf Kalla, beberapa akademisi, dan beberapa ulama NU, mengandung resiko akan ditumpangi oleh kepentingan beberapa kelompok di Indonesia yang memang ingin memasukan paham-paham yang memang bersifat fundamentalistik tersebut," jelasnya.

Para tokoh nasional itu, kata Farhan, mengatakan bahwa Taliban yang saat ini menguasai Kabul, Afghanistan sudah lebih moderat ketimbang dulu. Mereka juga meyakini bisa mengubah keyakinan Taliban agar tak menjadi radikal.

Ia mengkhawatirkan sejumlah pernyataan tersebut bertolak belakang dengan realita di kemudian hari. Untuk itu, Farhan mengatakan Komisinya meminta pemerintah konsisten memfilter masuknya paham-paham yang bisa membangkitkan kembali radikalisme di Indonesia.

Farhan juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk bisa lebih aktif melacak kehadiran infiltrasi paham radikal Taliban lewat berbagai macam saluran, terutama media digital.

Lebih jauh Ia berharap Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dapat membangun sebuah pertahanan yang lebih kuat di Indonesia.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar