Greysia Polii - Pebulutangkis Perempuan Hebat Indonesia

Harumkan Indonesia di Tokyo, Sosok yang Romantis dan Isu Gantung Raket

Rabu, 18/08/2021 15:00 WIB
Pebulutangkis Hebat Indonesia, Greysia Polii (Foto: Instagram)

Pebulutangkis Hebat Indonesia, Greysia Polii (Foto: Instagram)

Jakarta, law-justice.co - Saat ini nama Pebulutangkis Greysia Polii tengah berada dalam sorotan, hal tersebut karena kesuksesanya mengunci medali emas dalam Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga Bulutangkis bersama Apriyani Rahayu.

Greys begitu ia akrab disapa merupakan atlet keturunan Minahasa dan namanya sebagai pebulutangkis sudah mulai dikenal sejak Tahun 2004.

Atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1987 tersebut juga sudah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia di pentas gelaran olahraga dunia.

Atlet Bulutangkis ganda putri dan campuran tersebut juga beberapa kali tampil di gelaran piala uber, piala sudirman, Asian Games, Sea Games hingga Olimpiade.

Greys membeberkan kesuksesanya menjadi pebulutangkis andalan Indonesia dengan terus giat berlatih dan banyak sekali yang dikorbankan.

"Aku memang suka main bulutangkis dari kecil, dari dulu dari Manado ke Jakarta umur delapan tahun, masuk klub," beber Greysia, dilansir dari kanal YouTubenya yang diterima Law-Justice.

Pengorbanan sebagai atlet bulutangkis, Ia mulai saat beranjak untuk fokus menjadi pebulutangkis saat berusia 10 tahun. Greys memilih untuk tinggal di asrama Ibukota, meninggalkan keluarga.

"Masuk 10 tahun sudah masuk asrama, meninggalkan keluarga, umur 15 tahun masuk Pelatnas, dan sampai sekarang," ujarnya.

Ada hal unik lain dibalik kunci sukses keberhasilan Greys dalam menjadi atlet bulutangkis hebat seperti saat ini yaitu selalu membiasakan untuk tersenyum setegang apapun partai yang dijalani.

Greys mengatakan kalau dalam ini ia belajar dari pemain Cina, Gao Ling yang selalu tersenyum dan seperti tidak ada beban saat bermain.

"Awalnya saya bingung, ini pemain sudah saya matiin tapi kok tetap bisa senyum-senyum," katanya.

Belakangan, Greys menyadari bahwa menebar senyum adalah strategi yang digunakan Gao Ling untuk meningkatkan level permainannya.

"Saya baru sadar, senyuman ternyata bukan hanya menyemangati diri sendiri, tapi juga terpancar ke partner sendiri," ujarnya.

Sosok yang Romantis

Greys resmi menikah pada 23 Desember 2020 dengan Felix Djimin, seorang pengusaha berlian. Sejak awal bertemu, keduanya telah menampakkan rasa simpati satu sama lain.

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 ini ternyata tiga kali mengubah jadwal pernikahannya karena pandemi. Greys juga harus membagi waktu untuk mengatur persiapan pernikahannya dan waktu latihan bulutangkis.

Greys dan sang suami bahkan tidak memiliki waktu untuk melakukan bulan madu setelah menikah karena kesibukan Greysia sebagai atlet.

"Aku dan suami sudah membicarakan soal pernikahan ini sejak lama. Kita tahu ada jadwal pertandingan di Bangkok setelah menikah, jadi kita tidak ada waktu untuk bulan madu," katanya.

Meski begitu, perjalanan asmara keduanya di masa awal pendekatan tidak mudah. Kesibukan masing-masing menjadikan keduanya sering mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.

"Aku kan sudah cerita banyak tentang bagaimana kehidupan seorang atlet, dan mungkin dia merasa oh si Greys ini harus punya support system yang benar. Jadi aku bisa ngerasain dia tulus walaupun sebagai teman saja," katanya.

Kendati demikian, kesulitan itu justru kian dimengerti meski membutuhkan waktu yang tak singkat. Greys menyebutkan butuh waktu lama bagi Felix untuk memahami kondisi serta kehidupan dirinya sebagai seorang atlet profesional.

Saling mengerti adalah kunci dari suatu hubungan yang baik. Felix mampu membuktikan. Hal itulah yang membuat Greysia mantap menikahi pria pujaan hatinya tersebut.

"Saya sangat menghargai dan menghormati dia itu karena pengorbanannya dia. Dia mau untuk jadi dukungan sampai sebegitu jauhnya dalam kehidupan saya. Jadi saya yakin saya mau bersama dia sepanjang hidup saya," imbuhnya.

Isu Gantung Raket

Belakangan soal rencana Greys untuk gantung raket (pensiun) dalam waktu dekat mulai menyeruak, sampai saat ini masih belum ada kepastian kapan Greys akan pensiun.

Greys menjelaskan bahwa sejak kecil ia terbiasa untuk memiliki target pencapaian dalam hidupnya. Jika itu tidak terpenuhi, ia akan bersiap untuk melanjutkan apa yang bisa dilakukan selanjutnya.

"Di kehidupan ada musim-musimnya, yang di mana kita harus tahu kapan waktunya berhenti dan kapan melanjutkan ke kehidupan yang lain. Saya tidak bisa bilang kapan waktunya saya pensiun, hanya itu yang bisa saya bilang sekarang," katanya.

Jalan panjang Greys sebagai atlet profesional telah dilaluinya di dunia bulutangkis secara berliku. Bahkan, sudah dua kali ia pernah mengungkapkan rencana untuk pensiun dari bulutangkis.

Pertama pada Tahun 2012, saat Greys dan pasangannya kala itu, Meiliana Jauhari didiskualifikasi di London 2012 bersama dengan pasangan China dan Korea Selatan. Ganda putri dari ketiga negara tersebut dianggap sengaja kalah dan tidak memberikan performa yang terbaik di lapangan.

Kedua pada Tahun 2016, itu terjadi pasca Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Nitya Krishinda Maheswari yang jadi pasangannya kala itu harus mengalami cedera parah yang membuatnya harus dioperasi dan pensiun dini.

Kehilangan partner di lapangan juga sempat membuat Greys berpikir untuk gantung raket. Ditambah lagi saat itu ia memiliki keinginannya untuk menikah.

"Karena sebagai seorang atlet, saya wanita yang di mana tidak seperti pria dalam perjalanan mau menikah, mau punya anak tidak jadi kendala. Jadi waktu saya 25 tahun, saya otomatis punya kemampuan tapi hilang asa saya karena kejadian besar yang menimpa saya jadi saya menyatakan ingin pensiun," ungkapnya.

"Di 2016 saya sudah cukup senior di bulutangkis, partner cedera, saya tidak ada partner lalu saya ancang-ancang harus pensiun. Dan saat itu saya punya pasangan mau menikah. Itu normal sekali di pikiran atlet wanita," tambahnya.

Saat ini Usianya sudah memasuki 34 tahun pada 11 Agustus kemarin, dan telah berkeluarga disinyalir menjadi faktor pertimbangan dirinya untuk gantung raket.

Ditambah Atlet ganda putri Indonesia ini telah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, sebuah prestasi yang membanggakan menutup jejaknya di dunia bulu tangkis.

Rencana pensiunnya kala itu urung dilakukan, hal tersebut karena papar Greys, Ia diminta untuk terus membagikan pengalaman kepada atlet atlet junior di ganda putri.

"Itu normal sebagai atlet wanita dan ternyata Tuhan berkata lain. Ada Apri (Apriyani Rahayu), pelatih juga bilang bahwa minta tolong untuk menunggu sebentar, mengingat junior-junior di ganda putri, dimana saat itu sulit berprestasi. Saat itu saya Oke kan karena kontrak saya masih berjalan. Ternyata ada hasilnya dan bisa berprestasi kembali, jadi saya memikirkan. Dan ini diteruskan," paparnya.

Dalam empat tahun ini, Greys menyebut dirinya menjalaninya dengan "Nothing Tulus" dan berbeda jauh dengan saat muda dulu, dimana dirinya sangat menggebu-gebu. Namun, saat ini dirinya nothing tulus dan mencintai apa yang ia lakukan.

"Jadi saya mencintai bulu tangkis ini dengan lapang dada. Kalau prestasi, puji Tuhan, kalau tidak, setidaknya saya bisa bantu adik-adik saya. Itu saja. Dan sekarang tinggal tunggu waktu yang tepat. Setelah ini, setelah meraih semua ini, saya tinggal menunggu waktu yang tepat kapan akan memutuskan saya pensiun dari bulu tangkis," pungkasnya.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar