PPKM Berlanjut, Pengusaha Hotel di Lampung Kibarkan Bendera Putih

Selasa, 10/08/2021 18:20 WIB
Pengusaha Hotel di Lampung kibarkan bendera putih (Net)

Pengusaha Hotel di Lampung kibarkan bendera putih (Net)

Bandar Lampung, law-justice.co - Indonesia General Manager Asociation (IHGMA) Provinsi Lampung mengibarkan bendera putih di masa penerapan PPKM Level 4 di Bandar Lampung.


Pengibaran bendera putih yang syarat dengan makna menyerah tersebut dilakukan di Jalan Raden Intan Bandar Lampung.


Ketua IHGMA Provinsi Lampung Lekat Rahman mengatakan, pengibaran bendera putih sebagai simbol yang mewakili suara hati pengusaha perhotelan. "Kami sudah pasrah dengan keadaan, dan berharap ada perhatian dari pembuat kebijakan," kata Lekat, Selasa (10/8).


Lekat membeberkan, selama masa PPKM, tingkat pengunjung hotel turun drastis. Sedangkan keterisian kamar hotel hanya 10 sampai 15 persen, dimana pada tingkat normal harusnya berada pada kisaran 45 sampai 50 persen, dan itu baru untuk menutupi modal operasional.


Di samping itu, para karyawan hotel juga memiliki keluarga yang membutuhkan makan. "Perhotelan ini hidup dari tamu dan acara di hotel. Kalau untuk protokol kesehatan di hotel, kami justru menerapkannya secara ketat," tandasnya.


Lekat menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat ke Pemkot Bandar Lampung guna mendokumentasikan permasalahan tersebut, yang ditujukan langsung kepada wali kota. "Tapi belum ada respon dari pemkot," katanya.


Meski berada pada kondisi yang sulit, pihaknya tidak bermaksud memprotes kebijakan pemerintah terkait PPKM. Mewakili industri perhotelan, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah dengan memberikan kebijakan yang meringankan masalahnya saat ini. Sehingga dapat sedikit membantu beban operasional perhotelan. "Kami memahami dan mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19, termasuk PPKM, yang akan berdampak positif dalam penekanan penyebaran kasus COVID-19," ungkapnya.


Sekali lagi pihaknya mengatakan bahwa dampak pandemi dan PPKM sangat luar biasa bagi sektor perhotelan. Terlebih lagi saat ini sejumlah jalan protokol di Bandar Lampung dilakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas, dimana sebagian besar hotel berada di jalan protokol. "Kami masuk di sektor esensial yang diperbolehkan beroperasi dengan berbagai ketentuan. Namun, selebar apapun pintu hotel dibuka, jika jalur kedatangannya ditutup atau disekat, tetap tidak ada tamu yang datang," katanya.


Sementara itu, pihaknya harus tetap membayar berbagai kewajiban, mulai dari gaji karyawan, retribusi, listrik, hingga PBB. Pihaknya juga berharap agar penerapan PPKM segera berakhir dan ekonomi kembali pulih. "Sosial ekonomi masyarakat juga terancam, harapan kami terhadap pemerintah, dapat memberikan kelonggaran kewajiban yang kami tanggung, karena memang situasi cukup sulit diprediksi," harapnya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar