Denny JA

Saat Kita Pun Ikut Menangis Bersama Lionel Messi

Minggu, 08/08/2021 21:42 WIB
Megabintang Barcelona Lionel Messi (REUTERS/Marcelo del Pozo)

Megabintang Barcelona Lionel Messi (REUTERS/Marcelo del Pozo)

Jakarta, law-justice.co - Di panggung itu, dalam momen konferensi Pers. Tanggal 8 Agustus 2021. Lionel Messi, salah satu bintang sepakbola terbaik sepanjang sejarah, menangis. Penonton berdiri, bertepuk tangan, menghormatinya. Dengan terbata, awalnya menahan tangis, Lionel Messi berucap.

“Belakangan ini, saya banyak merenung. Memikirkan apa yang harus saya katakan di sini. Kini, ternyata tak ada yang saya bisa katakan.” “Seluruh karir saya, momen terpenting hidup saya, terjadi di sini. Di kota ini. Sejak usia 13 tahun saya bermain di sini. Kini 21 tahun sudah.”

“Tiga anak saya lahir di sini.” “Saya sudah lakukan apapun untuk tetap bertahan di sini. Namun akhirnya, saya harus ucapkan salam perpisahan.” Lalu Messi menangis. Tak ada kata dan pesan yang lebih kuat dibandingkan momen Messi menangis. Badannya berguncang yang ditahan.

Saya bukan penggemar Barcelona. Saya bahkan penggemar musuh bebuyutan Bacelona: Real Madrid. Namun saya ikut menitik air mata menonton momen ini. Saya membayangkan beratnya sebuah perpisahan, dengan satu komunitas, yang kita sudah bersama, suka dan duka, dalam waktu yang lama.

Dalam sejarah sepakbola, tak ada yang menyamai hubungan Lionel Messi dengan FC Barcelona. Kombinasi di bawah ini yang membuat Messi dan FC Barcelona begitu spektakuler.

Messi tak hanya menjalani seuruh karir bolanya di Barcelona sejak usia 13 tahun, dan 21 tahun sudah. Messi sudah pula menyumbangkan 35 piala kejuaraan (throphy) untuk Barcelona.

Termasuk di sana: 10 kali memenangkan liga nasional. 4 kali memenangkan piala Eropa. Sebanyak 682 goal yang Ia ciptakan. Dan tiga piala dunia untuk club. Jangan dilupakan. Enam kali Lionel Messi terpilih sebagai pemain terbaik dunia peraih Ballon d’Or. Ini prestasi yang tak pernah dicapai siapapun. Entah kapan prestasi ini bisa dipecahkan?

Sejak tahun 2017, ketika Messi melakukan kontrak terakhir dengan Barcelona, Ia sudah menerima dana di angka yang membuat orang terpana.

Total uang yang Messi terima sebanyak € 500 juta. Atau setara dengan 8,4 Trilyun rupiah. Rata rata Lionel Messi mendapatkan uang dari Barcelona sebanyak 2 Trilyun setahun. Whaaaaaattt????

Tapi ahli keuangan menyatakan, Lionel Messi memberikan lebih banyak kepada Club Barcelona. Di samping pretasi yang luar biasa, Messi juga menghasilkan banyak uang.

Lionel Messi sudah membawa uang ke FC Barcelona sebanyak 383,685.000 Euro. Ditambah 619,265,000 Euro.

Secara menyeluruh, walau FC Barcelona membayar Lionel Messi sangat mahal, tapi club ini masih profit sebanyak 235,610,000 Euro. Club ini masih dapat untung dari Lionel Messi ekuivalen dengan 3.5 Trilyun rupiah.

Lalu mengapa FC Barcelona berpisah dengan Lionel Messi? Messi menyatakan bahkan Ia bersedia kontrak 5 tahun berikutnya dengan potongan 50 persen dibanding kontrak sebelumnya. Namun kondisi keuangan FC Barcelona masa kini tak lagi memungkinkan.

Di luar gedung konferensi pers, fans Messi berduyun- duyun menunggu sang maha bintang. Mereka memakai kaos FC Barcelona no. 10. Itulah kaos Lionel Messi. Sebagian mereka menangis.

Saya punya pengalaman pribadi yang berat soal perpisahan itu. Dua anak saya penggemar berat tak hanya Real Madrid, tapi Juga Cristiano Ronaldo. Mendahului Lionel Messi, Ronaldo meninggalkan Real Madrid di tahun 2018. Ia pindah ke Juventus, Itali.

Tiga hari anak sulung saya mengurung diri di kamar. Ia tak hanya sedih, tapi harus memilih. Siapa yang akhirnya harus Ia bela. Ketika Ronaldo dengan club barunya misalnya bertanding melawan Real Madrid, hatinya berada dimana?

Setelah tiga hari di kamar, juga kadang Ia menangis, dengan berat hati, anak sulung saya memilih Real Madrid. Saya bertanya mengapa Ia tak memilih Ronaldo saja dan club bola barunya. Ujar anak saya, sambil  berkelakar: “Bagi penggemar sepak bola pindah club sepakbola itu lebih berat ketimbang pindah agama, Ayah!
Tapi Ronaldo tetap di hatinya.

Lionel Messi akan tetap bermain bola. Sangat mungkin, Ia pindah ke PSG Perancis. Di sana kembali ia bergabung dengan partner lamanya di Barcelona: Neymar da Silva Santos. Juga dengan pemain musuh bebuyutan dari Real Madrid: Sergio Ramos Garcia.

Terima kasih Lionel Messi; sang superstar. Terima kasih telah mencontohkan dunia tentang dedikasi pada sebuah profesi.

(Farid Fathur\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar