Jaksa Menyebut Gubernur New York Andrew Cuomo Lecehkan Banyak Wanita

Rabu, 04/08/2021 09:37 WIB
Jaksa Menyebut Gubernur New York Andrew Cuomo Lecehkan Banyak Wanita. (cnn).

Jaksa Menyebut Gubernur New York Andrew Cuomo Lecehkan Banyak Wanita. (cnn).

Jakarta, law-justice.co - Gubernur Negara Bagian New York, AS, Andrew Cuomo disebut melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan yang merupakan pegawai, mantan pegawai, hingga pihak di luar pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkan Jaksa Agung New York Letitia James, Selasa (3/8), saat merilis laporan panjang tentang penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual politikus Partai Demokrat tersebut.

"Penyelidikan independen telah menyimpulkan bahwa Gubernur Andrew Cuomo melecehkan banyak perempuan secara seksual yang melanggar undang-undang federal dan negara bagian," kata James pada konferensi pers, seperti melansir cnnindonesia.com.

Dia mengatakan penyelidikan menemukan bahwa Cuomo "melecehkan secara seksual pegawai dan mantan pegawai negara bagian New York dengan terlibat dalam sentuhan yang tidak diinginkan dan tak konsensual dan membuat banyak komentar yang bersifat seksual sugestif yang menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat bagi perempuan."

Penyelidikan juga menemukan, kata James, bahwa Cuomo dan tim seniornya mengambil tindakan pembalasan terhadap setidaknya satu mantan karyawan karena mengungkap cerita tentangnya.

James mengatakan bahwa bukti yang ditemukan selama penyelidikan akan dipublikasikan bersama dengan laporannya.

Cuomo sendiri sempat diinterogasi oleh penyelidik dari kantor Jaksa Agung selama lebih dari 11 jam bulan lalu.

Setidaknya delapan wanita telah mengungkapkan soal kata-kata dan gerakan yang tidak pantas dari Cuomo, yang sempat mendapat pujian atas penanganannya terhadap krisis Covid-19 di New York pada awal pandemi.

Seorang mantan karyawan bahkan mengatakan Cuomo menyelipkan tangannya di bawah kemejanya tahun lalu.

Tuduhan kasus ini terhadap Cuomo mulai mencuat pada Februari saat mantan ajudannya, Charlotte Bennett, melaporkan interaksi yang tidak nyaman dengan gubernur kepada media setempat.

Ia menuduh Cuomo telah mengajukan pertanyaan kepadanya tentang kehidupan seksnya selama percakapan di kantornya, Juni 2020. Bennett pun menafsirkannya sebagai "rayuan yang jelas untuk berhubungan seksual."

Mantan ajudan lainnya, Lindsey Boylan, menuding Cuomo melakukan gerakan yang tidak pantas, termasuk ciuman yang tidak diinginkan.

Cuomo sendiri membantah terlibat dalam pelecehan seksual itu dan menolak seruan untuk mengundurkan diri yang bahkan datang dari sesama anggota Partai Demokrat di Kongres AS.

Pada Maret, Presiden Joe Biden mengatakan Cuomo harus mengundurkan diri jika tuduhan soal kasus itu terbukti.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar