Survei Pilpres 2024: Anies-AHY Paling Atas

Selasa, 03/08/2021 15:51 WIB
AHY saat menghadiri pelantikan Anies Baswedan di Istana Negara (Foto: Pool/Biro Setpres)

AHY saat menghadiri pelantikan Anies Baswedan di Istana Negara (Foto: Pool/Biro Setpres)

Jakarta, law-justice.co - Indostrategic merilis survei soal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Fari hasil survei itu terdapat pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono berada pada posisi paling atas dengan elektabilitas sebesar 20,25 persen.

Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani berada di urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 14,65 persen.

"Paling tinggi Anies Baswedan-AHY 20,25 persen. Prabowo-Puan 14,65 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic A. Khoirul Umam saat rilis survei secara daring, Selasa (3/8/2021).

Selanjutnya, pada urutan ketiga ada pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil sebesar 8,05 persen, Ridwan Kamil-Sandiaga Uno 7,35 persen, dan Prabowo-Ridwan Kamil 5,13 persen.

Berdasarkan survei, kata Umam, pasangan Anies-AHY berada di posisi teratas lantaran masyarakat menginginkan calon pemimpin baru.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa pasangan Anies-AHY membutuhkan kerja keras karena Anies tidak punya dukungan politik yang rill. Hanya AHY yang punya tiket partai. Menurut Uman, perlu meyakinkan partai lain untuk membentuk koalisi.

"Bagaimanapun Anies tidak punya dukungan politik rill. Harus meyakinkan partai politik mitra untuk membentuk koalisi," tandasnya.

Walau berada di urutan kedua, Uman menerangkan, asangan Prabowo-Puan memiliki dukungan partai yang riil dan kuat. Hasil survei itu, lanjut dia, bisa saja pasangan Prabowo-Puan didorong pada hasil riilnya dengan kekuatan mesin politik partai.

"Memang mesin politik menentukan, angka ini berpotensi terboosting lebih tinggi," ucapnya.

Diketahui, Indostrategic menggelar survei tatap muka pada 23 Maret - 1 Juni 2021. Survei mengambil responden sebanyak 2400 dengan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2 persen.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar