Diam-diam, Korsel dan Korut Mulai Bicara untuk Saling Berdamai

Kamis, 29/07/2021 21:01 WIB
Bendera Korea Selatan dan Korea Utara (Foto: Pixabay)

Bendera Korea Selatan dan Korea Utara (Foto: Pixabay)

law-justice.co - Kabar baik datang dari semenanjung Korea. Dua negara bersaudara, Korea Selatan dan Korea Utara, diberitakan sedang dalam pembicaraan untuk mencapai perdamaian yang lebih menjanjikan di kemudian hari.

Kabar tersebut disampaikan oleh tiga pejabat kementerian di Korsel, sebagaimana dilansir dari Reuters. Salah satu bentuk konkretnya adalah kedua negara berencana membangun kembali kontor perhubungan yang hancur pada tahun lalu.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah saling berkirim surat resmi sejak April lalu. Keduanya membahas prorgram perdamaian yang lebih berkelanjutan, termasuk membuka peluang hubungan diplomatik.

Pembicaraan perdamaian antara Korsel dan Korut sudah dimulai sejak tahun 2018, saat Presiden AS Donald Trump mencoba untuk membuka jalan. Trump saat itu sampai mengunjungi Korut agar Kim Jong Un percaya bahwa perdamaian kedua negara itu benar-benar mendesak untuk terwujud.

Salah satu yang djanjikan oleh AS kala itu adalah mengungari sanksi ekonomi jika Korut bersedia menurunkan tensi program nuklir mereka. Kim Jong Un menyambut baik usulan tersbut. Dalam setahun terakhir, Korut mulai mengurangi provokasi senjata nuklir mereka.

Namun kabar tentang perdamaian dua negara itu berdampak buruk bagi elektabilitas presiden Korsel Moon Jae-in. Dukungan kepada Moon dikabarkan menurun drastis karena ketegangan yang sudah mendarah daging dengan Korut.

Korsel dan Korut mulai bermusuhan sejak perang 1950-53. Gencatan senjata tidak benar-benar mengakhiri perang.

(Januardi Husin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar