Human Rights Watch Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang di Gaza

Rabu, 28/07/2021 12:46 WIB
Tentara Israel tembak mati pemuda Palestina saat bentrokan di tepi Barat (yenisafak)

Tentara Israel tembak mati pemuda Palestina saat bentrokan di tepi Barat (yenisafak)

Jakarta, law-justice.co - Human Rights Watch (HRW), pada Selasa (27/7), menuduh militer Israel melakukan serangan yang “tampaknya merupakan kejahatan perang" selama perang 11 hari melawan kelompok militan Hamas Mei lalu.

Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional itu mengeluarkan kesimpulannya setelah menyelidiki tiga serangan udara Israel yang dikatakan menewaskan 62 warga sipil Palestina. HRW mengatakan "tidak ada target militer yang jelas dalam serangan-serangan itu".

Seperti melansir okezone.com, laporan itu juga menuduh gerilyawan Palestina melakukan kejahatan perang dengan meluncurkan lebih dari 4.000 roket dan mortir tidak terarah ke pusat-pusat populasi Israel.

Serangan semacam itu, kata HRW, melanggar “larangan terhadap serangan yang disengaja atau tidak pandang bulu terhadap warga sipil."

Meski demikian, laporan tersebut terfokus pada tindakan Israel selama pertempuran, dan organisasi HAM itu mengatakan akan mengeluarkan laporan terpisah tentang tindakan Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya pada Agustus mendatang.

"Pasukan Israel melakukan serangan di Gaza pada Mei yang menyengsarakan banyak warga sipil tanpa target militer yang jelas di dekatnya," kata Gerry Simpson, direktur urusan krisis dan konflik di HRW.

Dia mengatakan “keengganan konsisten Israel untuk secara serius menyelidiki dugaan kejahatan perang," ditambah dengan tembakan roket Palestina di wilayah sipil Israel, menggarisbawahi pentingnya penyelidikan yang sedang berlangsung di kedua belah pihak oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Belum ada tanggapan langsung militer Israel terhadap laporan itu. Militer Israel telah berulang kali mengatakan serangannya ditujukan pada sasaran militer di Gaza.

Militer Israel juga sering mengatakan telah mengambil banyak tindakan pencegahan untuk menghindari kemungkinan membahayakan warga sipil, dan malah menyalahkan Hamas atas jatuhnya korban sipil karena meluncurkan serangan roket dan operasi militer lainnya di dalam kawasan-kawasan permukiman.

Perang meletus pada 10 Mei setelah Hamas menembakkan rentetan roket ke Yerusalem untuk mendukung protes Palestina terhadap pengawasan polisi Israel yang keras terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dibangun di lokasi yang diperebutkan dan dianggap suci oleh orang-orang Yahudi dan Muslim, serta ancaman penggusuran puluhan keluarga Palestina di kawasan pemukim Yahudi di dekatnya.

Secara keseluruhan, Hamas menembakkan lebih dari 4.000 roket dan mortir ke arah Israel, sementara Israel mengatakan telah menyerang lebih dari 1.000 sasaran yang terkait dengan kelompok-kelompok militan di Gaza.

Sekitar 254 orang tewas di Gaza, termasuk setidaknya 67 anak-anak dan 39 perempuan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Hamas telah mengakui kematian 80 militan, sementara Israel mengklaim jumlahnya jauh lebih tinggi. Dua belas warga sipil, termasuk dua anak-anak, tewas di Israel, bersama dengan satu tentara.

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar