Cetak Rekor Kasus Harian dan Kematian Covid-19, Warga Malaysia Pasang Tagar #KerajaanGagal

Malaysia Cetak Rekor Kasus Harian dan Kematian Covid-19,#KerajaanGagal

Kamis, 22/07/2021 00:32 WIB
Seorang tentara berpatroli di daerah yang dikenai tindakan pengendalian gerakan yang lebih ketat untuk mengekang Covid-19 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Xinhua)

Seorang tentara berpatroli di daerah yang dikenai tindakan pengendalian gerakan yang lebih ketat untuk mengekang Covid-19 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Xinhua)

law-justice.co - Malaysia melaporkan rekor 199 kasus kematian Covid-19 pada Rabu (21/7/2021), hari paling mematikan sejak awal pandemi. Dilaporkan, 33 korban dibawa dalam kondisi meninggal, sehingga jumlah kasus kematian nasional mencapai 7.440.
 
Lonjakan kasus Covid-19 tak hanya melanda Indonesia. Sejumlah negara tetangga Indonesia juga merasakan lonjakan kasus Covid-19 yang disebut-sebut sebagai gelombang kedua Covid-19. Negara-negara dimaksud antara lain Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Myanmar.


Kementerian kesehatan Malaysia mengatakan, 927 pasien saat ini berada di unit perawatan intensif, dengan 459 membutuhkan bantuan pernapasan.

Selain rekor kasus kematian, kasus harian baru Covid-19 juga mencetak rekor sembilan hari berturut-turut dengan 11.985 kasus.

Lebih dari setengah kasus baru tersebut ditemukan di area Klang Valley, dengan total keseluruhan di Selangor mencapai 5.550 kasus. Kemudian diikuti 1.174 kasus di Kuala Lumpur.

Berikutnya, Negeri Sembilan mencatat 745 kasus sementara Kedah dan Johor masing-masing mencatat 800 dan 644 infeksi.

Dirjen Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, 48,9 persen kasus baru tidak menunjukkan gejala sementara 48,7 persen memiliki gejala ringan.
 
Hingga Agustus, Siswa Sekolah Malaysia Belajar di Rumah

Sebanyak 178 kasus atau 1,5 persen mengalami infeksi paru-paru sementara 45 kasus atau 0,4 persen membutuhkan dukungan oksigen. Sisanya 65 kasus atau 0,5 persen menggunakan ventilator dalam kondisi kritis.

Malaysia memasuki lockdown nasional ketiganya pada 1 Juni, tak lama setelah menembus angka 9.000 untuk kasus baru untuk pertama kalinya pada 29 Mei.

Angka mencapai rekor tertinggi lagi pada 9 Juli dan 10 Juli, dengan lebih dari 9.100 kasus setiap hari sebelum menembus angka lima digit untuk pertama kalinya pada 13 Juli.

Para dokter yang dikontrak pemerintah telah menyuarakan frustrasi dengan kurangnya keamanan dan tunjangan kerja. Selain itu ditambah jam kerja yang melelahkan di garis depan sistem perawatan kesehatan Malaysia.

Warga yang frustrasi dengan kondisi saat ini, memilih menumpahkan kekesalannya di internet untuk mengungkapkan ketidaksenangan mereka dengan para pemimpin saat ini dengan membuat tagar #KerajaanGagal (pemerintah yang gagal).

Ada juga gerakan "bendera putih" dalam upaya membantu mereka yang paling terpukul oleh pandemi dan tidak cukup didukung oleh upaya bantuan pemerintah.

Hingga Rabu, Malaysia telah melaporkan total 951.884 kasus Covid-19 di mana 137.587 kasus aktif atau menular.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar