Pasca Tunda Vaksin Berbayar, Saham Kimia Farma Ambruk

Selasa, 13/07/2021 11:14 WIB
BUMN farmasi Kimia Farma (Investordaily)

BUMN farmasi Kimia Farma (Investordaily)

Jakarta, law-justice.co - Pasca menuai kontroversi, rencana penjualan vaksin berbayar untuk COVID-19 akhirnya ditunda. Kabar itu pun langsung mempengaruhi pergerakan saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Melansir data RTI, Selasa (13/7/2021), hingga pukul 10.22 waktu JATS, saham KAEF sudah berkurang 170 poin atau anjlok 4,8% ke posisi Rp 3,370.

Di level itu saham KAEF sudah ditransaksikan sebanyak 15,35 juta lembar dengan nilai Rp 52,5 miliar. Dalam posisi itu saham KAEF sudah ditransaksikan dengan frekuensi 7.603 kali.

Padahal kemarin saham KAEF sudah naik cukup signifikan, yakni 12% dari posisi penutupan sebelumnya Rp 3.150 ke Rp 3.540.

Sebelumnya diberitakan, BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk menunda pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu dengan skema mandiri alias berbayar yang seharusnya dimulai kemarin, Senin (12/7/2021).

Kimia Farma akan memberikan pengumuman selanjutnya terkait masalah tersebut.

Penundaan itu disampaikan oleh Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno Putro. Dia juga menyampaikan sejalan penundaan pelaksanaan vaksin COVID-19 berbayar, maka pihaknya akan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin 12 Juni 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," katanya seperti melansir detik.com.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar