Jokowi Mengaku Optimis Bisa Pulihkan Pandemi Covid-19 dengan Cepat

Kamis, 01/07/2021 11:59 WIB
Presiden Joko Widodo (Detik)

Presiden Joko Widodo (Detik)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini bisa memulihkan pandemi virus corona (Covid-19) dengan cepat. Jokowi mengajak semua pihak bekerja sama, mulai dari tenaga kesehatan, TNI-Polri, hingga masyarakat.

"Dengan kerja sama yang baik dari kita semua dan atas ridho Allah, Tuhan Yang Maha Esa saya yakin kita bisa tekan Covid-19 dan pulihkan kehidupan masyarakat secara cepat," kata Jokowi, Kamis (1/7).

Jokowi memutuskan untuk menerapkan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali. PPKM Darurat ini akan diterapkan per 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Sementara untuk teknis aturan dan pelaksanaan akan diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut mantan wali kota Solo itu, PPKM Mikro ini akan membatasi aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada kebijakan yang telah berlaku sebelumnya.

"Secara rinci aturan ini saya sudah meminta Menko Marves untuk menerangkan secara detail mengenai pembatasan ini," katanya.

Jokowi pun meminta masyarakat bisa disiplin dalam menjalankan semua aturan terkait PPKM Darurat. Ia pun akan mengerahkan seluruh sumber daya manusia (SDM) untuk menekan laju penularan virus corona.

"Saya minta masyarakat displin demi keselamatan kita semua. Pemerintah akan kerahkan seluruh sumber daya yang ada," ujarnya.

Satgas Covid-19 menyatakan Indonesia telah memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan melonjaknya kasus positif harian hingga menyentuh rekor 21.342 kasus pada Minggu (27/6) dan 21.807 kasus pada Rabu (30/6).

Selain itu, kasus positif ini telah melampaui lonjakan yang sempat terjadi pada Januari lalu. Saat itu, laju penularan Covid-19 dalam sepekan mencapai 89.902 kasus. Sementara, dalam sepekan ini, jumlah kasus mencapai angka 125.396.

Hingga kemarin, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.178.272 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.880.413 orang dinyatakan sembuh, 58.491 orang meninggal dunia, dan 239.368 orang dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar