Di Sidang, Habib Rizieq: Saya Belum Pantas Disebut sebagai Imam Besar

Kamis, 17/06/2021 10:43 WIB
Habib Rizieq Shihab divonis bayar denda Rp20 juta dalam kasus kerumunan di Megamendung Bogor, Jawa Barat (detikcom)

Habib Rizieq Shihab divonis bayar denda Rp20 juta dalam kasus kerumunan di Megamendung Bogor, Jawa Barat (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengklaim tak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai Imam Besar umat Islam.

Dia bahkan mengaku belum layak menjadi Imam Besar dengan kekurangan dan kesalahan yang dimilikinya selama ini.

Hal itu ia sampaikan dalam dupliknya untuk membalas pernyataan jaksa dalam repliknya yang menyebut status imam besar yang melekat pada Habib Rizieq hanya sekadar isapan jempol.

"Bahwa saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai Imam Besar, apalagi mendeklarasikan diri sebagai Imam Besar, karena saya tahu dan menyadari betul betapa banyak kekurangan dan kesalahan yang saya miliki, sehingga saya pun berpendapat bahwa saya belum pantas disebut sebagai Imam Besar," kata Habib Rizieq di PN Jaktim, Kamis (17/6).

Habib Rizieq menilai status Imam Besar yang diberikan kepada dirinya sebagai tanda cinta dari umat Islam di berbagai daerah di Indonesia.

Dia menyatakan hinaan jaksa terhadap istilah "Imam Besar hanya isapan jempol" bukanlah hinaan JPU terhadap dirinya.

Sehingga, Habib Rizieq mengklaim tidak merasa terhina atau merasa tersinggung atas hinaan tersebut.

"Sebutan Imam Besar untuk saya datang dari Umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia," kata dia.

Habib Rizieq mengaku khawatir hinaan JPU terhadap status Imam Besar itu akan ditafsirkan oleh umat Islam Indonesia sebagai tantangan.

Hal itu bisa menjadi pendorong semangat umat Islam untuk datang dan hadir serta mengepung Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam vonis RS Ummi pada 24 Juni 2021 mendatang.

"Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati. Jangan menantang para pecinta, karena cinta itu punya kekuatan dahsyat, yang tak kan pernah takut akan tantangan dan ancaman," kata dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyinggung status imam besar yang melekat pada Habib Rizieq hanya sekadar isapan jempol di repliknya.

Jaksa menilai banyak diksi-diksi yang tak seharusnya tidak dimuat oleh Habib Rizieq dalam pleidoinya bila hendak membantah tuntutan jaksa. Penggunaan kata-kata yang bernuansa tak pantas tersebut hanya akan merusak norma.

"Tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa, dengan kata-kata yang tidak sehat yang mengedepankan emosional, apalagi menghujat," kata jaksa.

Habib Rizieq sendiri telah dituntut selama enam tahun oleh jaksa dalam perkara penyebaran kabar bohong hasil tes swab virus Corona di RS Ummi, Bogor, Jawa Barat.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar