Dicap Buatan Amerika, Terawan Tegaskan Bahan Vaksinnya 90% Asli RI

Rabu, 16/06/2021 19:35 WIB
dr Terawan (Bangka Pos)

dr Terawan (Bangka Pos)

Jakarta, law-justice.co - Eks Menkes dr Terawan Agus Putranto membantah tudingan vaksin Nusantara adalah produk Amerika karena berbahan impor. Penggagas vaksin berbasis sel dendritik itu menekankan, mayoritas bahan produksi buatan Indonesia.

Sementara, bahan impor yang dipakai dalam vaksin Nusantara sangat sedikit, dan memang terpaksa diimpor karena belum diproduksi di Indonesia. "Memang pertama kali membuat vaksin ini. Tapi isi dari vaksin ini hampir 90 persen lebih bahan produksinya sudah ada di Indonesia, bahkan dibuat di Indonesia," kata Terawan dalam RDP bersama Komisi VII, Rabu (16/6/2021).


"Beberapa memang dibuat di Amerika seperti larutan antigen protein dan media diferensiasi. Dua hal ini yang kami masih harus datangkan [impor] karena memang kita belum sampai research and development untuk membuat itu," imbuhnya.

Ia memastikan dua bahan tersebut bisa dibuat sendiri oleh Indonesia di kemudian hari. Untuk uji klinis, dua bahan ini memang masih harus diimpor karena hak paten.

"Masih impor, tapi di kemudian hari, 2 bahan di antara 24 atau 25 lebih bahan yang di pakai vaksin ini, kita bisa buat sendiri karena itu sangat simple. Baik dalam pembuatan antigen karena itu rekombinan termasuk media diferensiasinya, di sini karena paten sudah mereka miliki harus kita harus bekerja sama," terang dia.


Hasil inspeksi BPOM mengungkap vaksin Nusantara menggunakan antigen dan manufaktur dari Amerika Serikat (AS). Sehingga klaim vaksin Nusantara sebagai vaksin buatan anak bangsa beberapa kali dipertanyakan.

Pengembangan vaksin Nusantara memang kerap menuai pro dan kontra. Adapun vaksin ini diuji klinis fase II meski tak direstui BPOM karena belum memenuhi sejumlah syarat.


Kini, Terawan memastikan uji klinis fase II vaksin Nusantara telah rampung.


Terawan, keluarga, hingga tokoh nasional seperti Aburizal Bakrie dan Dahlan Iskan telah menjadi relawan dalam vaksinasi yang juga disebut imunoterapi COVID-19 ini. "Kebetulan uji klinis II ini sudah dikerjakan sampai hampir selesai, dan kemudian muncul MoU dari pejabat negara, sehingga kami sudah selesaikan dulu sebelum adanya Mou itu muncul. Jadi saya juga sudah [divaksin Nusantara], masa saya bikin sendiri ndak berani nyuntik sendiri?" papar Terawan.

Ia pun tak mempermasalahkan pihak-pihak yang mempertanyakan vaksin Nusantara produk AS. "Termasuk anak dan istri saya juga sama [sudah divaksin]. Jadi yang dikatakan bikinan Amerika dan sebagainya, ya selama ini saya diam saja. Untuk apa dijawab? Karena itu kan mereka berpendapat. Pendapat enggak perlu dijawab tapi dengan saya buktikan," pungkasnya.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar