Perseteruan Memanas, Rizal Ramli Sebut JK Peng-peng, Ini Artinya

Rabu, 16/06/2021 12:45 WIB
Perseteruan memanas, Rizal Ramli sebut JK peng-peng (Tribunnews)

Perseteruan memanas, Rizal Ramli sebut JK peng-peng (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Perseteruan antara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan ekonom senior Rizal Ramli terus berlanjut dan bahkan makin panas. Hal itu ditandai dengan adanya saling balas pernyataan antara kedua orang tersebut, bahkan hingga sampai ke media sosial. Bahkan Rizal Ramli menyebut JK sebagai peng-peng.

Kali ini, Rizal Ramli membalas serangan JK lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @RamliRizal. Dia menceritakan bahwa Presiden Joko Widodo pernah bertanya kepadanya bagaimana caranya menjadi orang terkaya dengan cepat di Indonesia.

“Pak Jokowi pernah tanya RR, bagaimana caranya jadi orang terkaya di Indonesia dengan cepat? Saya tidak mau jawab kecuali jelas kasusnya. Setelah Jokowi jelaskan kasus Pejabat & keluarganya, baru saya jawab: "Gampang Mas, `bisnis kekuasaan` atau `Peng-Peng. Cepat" Thus ia dipreteli!” cuitnya.

Adapun, ‘Peng-Peng’ adalah istilah yang digunakan pria yang akrab disapa RR ini untuk menyebut pejabat yang memiliki kekuasaan sekaligus menjadi pengusaha. Dalam cuitan tersebut, Rizal juga menyematkan sebuah foto yang berisikan perbandingan kekayaan JK melalui bisnisnya Kalla Group pada 2011 sebelum dia menjadi wapres di periode pertama Jokowi dan pada 2016 setelah menjabat sebagai Wapres.

Pada 2011, berdasarkan data Globe Asia, Kalla Group berada di urutan ke 107 dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$150 juta. Kemudian, pada 2016 melesat ke posisi 49 dengan total kekayaan US$740 juta..

“Tahun 2014, Sang Peng-Peng lobbi keras, dengab segala cara, ke Teuku Umar untuk bisa jadi Wapres Jokowi. Jokowi ingin calon-calon lebih bersih. Peng-Peng berhasil jadi Wapres Jokowi. Kala langsung melesat dari Orang Terkaya ke 107 menjadi no 49 (2016). Bisnisnya `dagang kekuasaan`” cuit Rizal lagi.

Dia juga menyebut nama Presiden SBY dalam cuitan sindirannya itu. "Ketika Sang Peng-Peng (Penguasa-cum-Pengusaha) menjadi Wapres @SBYudhoyono, ring 1 SBY kesal kok kekayaan Sang Peng-Peng melesat hebat, yang tadi-tadinya biasa-biasa saja, tidak masuk orang terkaya, jadi masuk .. Itulah alasan, SBY tidak memilih Sang Peng-Peng jadi Wapress," tambahnya.

Perseteruan dua politisi ini semakin memanas setelah JK menyebut Rizal Ramli tidak pernah diperhitungkan sebagai calon menteri di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam sebuah wawancara dengan jurnalis senior Karni Ilyas. Pernyataan JK tersebut menanggapi tudingan Rizal yang menyebut JK sebagai penjegal dirinya menjadi menteri di era Jokowi dan SBY.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar