Atasi Kemacetan, Saatnya Pemerintah Perbanyak Kereta Api Perkotaan

Sabtu, 12/06/2021 16:09 WIB
Ilustrasi Kereta Api Perkotaan

Ilustrasi Kereta Api Perkotaan

[INTRO]
Anggota Komisi Transportasi (Komisi V) DPR RI Sigit Sosiantomo mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan transportasi massal berbasis kereta api di kota-kota metropolitan yang mengalami kemacetan parah seperti Surabaya. 
 
Sigit menyampaikan itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub belum lama ini. Sigit menilai transportasi massal seperti kereta api perkotaan sangat dibutuhkan di kota-kota besar untuk mengurangi beban lalu lintas angkutan jalan yang sudah kelebihan kapasitas.
 
"Kereta perkotaan ini sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya. Surabaya misalnya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia masuk dalam daftar 20 besar kota termacet di Asia. Saya usulkan agar program kereta perkotaan ini menjadi perhatian Kemenhub," kata Sigit melalui keterangan tertulis, Sabtu, (12/6/2021).
 
Sigit mengatakan masalah kemacetan harus segera diatasi karena kerugian akibat kemacetan sangat besar. Tak hanya kerugian waktu perjalanan, tapi juga kerugian materi yang mencapai Rp 65 triliun per tahun.
 
Ia mendorong pemerintah meningkatkan fasilitas angkutan umum, terlebih yang memiliki kapasitas menampung penumpang dalam jumlah besar dan memberikan kepastian jadwal seperti kereta api.
 
"Shifting dari kendaraan pribadi ke umum adalah keniscayaan untuk mengatasi kemacetan. Dan agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, maka harus ada jaminan kenyamanan dan kemudahan pelayanan dalam menggunakan angkutan umum, termasuk integrasi antar moda," kata Sigit.
 
"Jabodetabek sudah memulai itu, dan kini tinggal diterapkan di kota besar lainnya yang memiliki tingkat kemacetan parah seperti Surabaya," imbuhnya. 
 
Untuk mewujudkan kereta api perkotaan di Surabaya, Sigit menyatakan Kemenhub perlu mereaktivasi track kereta api yang sudah ada selama ini. 
 
"Untuk kereta api perkotaan, kita bisa memulai dengan mereaktivasi track yang sudah ada. Seperti di Surabaya, kita bisa mereaktivasi track dari stasiun kota sampai Bangil dan jika kita buat double track itu sudah bisa seperti jalur ka Jakarta - Bogor, dan bisa mengurangi pergerakan kendaraan pribadi khususnya roda dua yang kerap menyebabkan kemacetan," kata Sigit.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar