Gelombang Covid Belum Landai, Malaysia Berencana Perpanjang Lockdown

Jum'at, 11/06/2021 11:43 WIB
Kuala Lumpur, Malaysia (Republika)

Kuala Lumpur, Malaysia (Republika)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah Malaysia disebut tengah merencanakan perpanjangan penguncian wilayah (lockdown) karena kasus harian Covid-19 belum di bawah 4.000 dan angka kematian tetap tinggi.

Dewan Keamanan Nasional Malaysia (NSC) diperkirakan akan membahas rencana tersebut dalam rapat pada hari ini, Jumat (11/6). Namun, para menteri yang dijadwalkan hadir dalam rapat itu enggan mengungkap agendanya.

"Kami akan duduk bersama, seperti yang kalian lakukan setiap Jumat malam. Agenda biasanya presentasi dari Kemenkes, tapi saya tidak yakin apa yang akan disampaikan," kata Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob seperti melansir cnnindonesia.com.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia, Azmin Ali, tak menutup kemungkinan isu itu akan dibahas.

"Kami akan membahas secara kolektif di NSC tentang semua hal yang terkait," ujar Azmin.

Menteri yang lain mengatakan masih menunggu keputusan NSC. Pertemuan NSC ini sendiri bersifat rahasia dan satu-satunya orang yang dapat berbicara tentang keputusannya adalah Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin.

Salah satu sumber menyatakan bahwa saat pemerintah memutuskan penguncian wilayah pada 1 Juni lalu, para menteri beranggapan dua pekan terlalu singkat untuk menahan pandemi.

"Ketika pemerintah pertama kali memutuskan penguncian, kami tahu tidak mungkin kami dapat mengendalikan pandemi dalam dua minggu. Ini juga dibahas saat itu, tetapi kami memutuskan untuk memantau selama dua minggu pertama," kata sumber itu kepada The Star, yang dikutip The Straits Times.

"NSC sekarang harus memutuskan berdasarkan fakta dan angka. Jika perpanjangan diperlukan untuk menyelamatkan nyawa, kita juga harus menyelamatkan mata pencaharian, yang menjadi kekhawatiran lain dalam penurunan ekonomi saat ini."

Sumber lain juga menunjukkan bahwa pemerintah tahu dari awal bahwa dua minggu lockdown jenis apa pun tidak akan cukup. Atas alasan itu, surat persetujuan pemerintah untuk bisnis yang beroperasi selama penguncian tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

"Oleh karena itu, kemungkinan surat operasi yang sama dapat terus digunakan jika ada perpanjangan waktu penguncian dari saat ini," kata sumber itu.

Dua hari lalu, pada Rabu (9/6), Kementerian Kesehatan menyatakan indikator penularan Covid telah berkurang menjadi 0.96.

"Jumlah kasus harian juga turun dan ini ada hubungannya dengan MCO (lockdown) yang saat ini berlaku dari 1 Juni hingga 14 Juni," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan di akun Facebook.

PM Malaysia, Muhyiddin Yasin, mengatakan bahwa jika fase pertama penguncian berhasil mengurangi jumlah kasus harian, pemerintah akan beralih ke fase kedua.

Fase itu memungkinkan sejumlah sektor ekonomi dibuka asal memperhatikan aturan jaga jarak dan tak ada pertemuan besar.

"Fase kedua dari penguncian diperkirakan akan berlangsung selama empat minggu setelah fase satu berakhir," kata Muhyiddin.

"Setelah itu, fase tiga akan dimulai dengan penerapan Perintah Pengendalian Gerakan di mana kegiatan sosial masih belum diizinkan."

Masalah ini menjadi perhatian karena masa lockdown Malaysia akan berakhir pada Senin (14/6). Kini, penularan kasus Covid-19 di Malaysia memang menurun, tapi tingkat kematian masih tinggi.

Pada Kamis (10/6), Malaysia mencatat kasus harian sebanyak 5.671, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 639.562. Sementara itu, angka kematian bertambah 23 menjadi total 3.684.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar