Menkeu Sri Mulyani: Saat Ini Keuangan Islam Tumbuh Tercepat

Kamis, 03/06/2021 07:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah mengungkapkan keuangan Islam menjadi pasar utama dalam ekosistem keuangan global serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial dunia.

Hal ini tercermin dari aset keuangan Islam meningkat tiga kali lipat selama pascakrisis keuangan global.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan aset keuangan Islam sekitar dua triliun dolar AS dalam aset perbankan dan sekitar 400 miliar dolar AS dalam aset pasar modal.

"Tren positif ini diprediksi akan terus tumbuh sekitar tiga triliun dolar AS pada 2024. Saat ini, keuangan Islam telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dari industri keuangan global dan terus berkembang,” ujarnya saat menyampaikan keynote speech secara daring pada Brunei Darussalam Islamic Capital Market Conference (BICAM) 2021 dengan topik "Stimulating the Development of Islamic Capital Market Sector: A Story from Indonesia", Rabu (2/6).

Menurutnya, industri keuangan Islam tidak hanya menarik negara-negara Muslim tetapi juga telah mendapatkan perhatian dari negara-negara non-Muslim. Saat ini keuangan Islam telah berkembang dan menjadi penting secara sistemik di beberapa negara.

Praktik keuangan Islam telah menarik banyak sektor. Hal ini didorong oleh fitur kompetitifnya yang menggunakan konsep re-sharing, serta menyebarkan keuangan ke ekonomi riil dan memfasilitasi redistribusi kekayaan dan peluang.

"Dalam perjalanan perkembangan keuangan Islam, Indonesia sangat bangga menjadi salah satu pemimpin utama dalam menerapkan inisiatif utama untuk mengembangkan sektor ini lebih jauh. Secara global maupun internasional, Indonesia telah memantapkan dirinya sebagai salah satu penerbit sukuk global terbesar dan penerbit sukuk hijau yang pertama," ujarnya.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengakui keuangan Islam merupakan industri yang relatif kecil dengan adopsi dan kecanggihan terbatas pada satu dekade lalu.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar