Tak Lulus TWK, Raja OTT KPK Minta Firli Bayar Utang Budi

Sabtu, 29/05/2021 10:04 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri didesak bayar utang budi kepada Kasatgaas Penyelidik yang disebutnya sebagai  Raja OTT KPK (rmol)

Ketua KPK Firli Bahuri didesak bayar utang budi kepada Kasatgaas Penyelidik yang disebutnya sebagai Raja OTT KPK (rmol)

Jakarta, law-justice.co - Kastgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid menyebut Ketua KPK Firli Bahuri memiliki utang budi terhadap dirinya. Harun pun menuntut Firli untuk membayaranya, apalagi diirnya dinyatakan tak lulus dalam tes wawasan kebangsaan (TWK).

Hal ini terungkap dari penuturan Harun kepada Najwa Shihab di belakang layar Mata Najwa. Percakapan di belakang layar itu direkam dan diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab pada Jumat (28/5/2021) siang.

Menurut Harun, Firli mengaku berutang budi kepadanya saat pimpinan KPK itu menjadi Deputi Penindakan KPK pada 2018 silam. Pada masa itu, KPK sangat gencar menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Karena capaian tersebut, Firli menjuluki Harun sebagai `raja OTT`.

"Firli bilang, saya punya utang budi, saya kasih hadiah kamu," kata Harun menirukan pernyataan Firli saat itu.

Ia meminta agar namanya dan 74 pegawai KPK lainnya yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan diperhatikan dan meminta Firli tak berbuat zalim. Dia juga mengaku tidak meminta apapun selain kejelasan nasib 75 pegawai KPK.

"Utang budi yang dulu Anda bilang akan memberikan hadiah pada raja OTT itu enggak ada, mana?" ucap Harun.

Ia juga bertanya alasan Firli bersikeras mengeluarkan dirinya bersama puluhan pegawai lainnya dari KPK. Menurut Harun, Firli menjawab bahwa hal itu merupakan kehendak Allah SWT. Harun lantas menimpali bahwa kehendak Allah bergantung pada niat apa yang Firli lakukan.

"Dijawab terus sama dia. Intinya dia bilang bahwa ini di luar kehendak saya," katanya.

Dari jawaban Firli, Harun lantas menafsirkan bahwa terdapat kekuatan besar di balik upaya pemecatan puluhan pegawai KPK. Kekuatan tersebut berada di luar kendali Firli dan sedang menekannya.

"Saya tafsirkan ada kekuatan besar di luar dia [Firli] itu yang sedang juga mem-pressure dia," ujar Harun.

KPK kembali menjadi sorotan setelah 75 pegawainya dinyatakan tidak lulus TWK. Tes ini disebut menjadi syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS.

Beberapa pegawai KPK yang tidak lolos diketahui sedang menangani kasus besar seperti korupsi Bansos Covid-19 dan suap ekspor benih lobster.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar