2 Nama Ini Jadi Kandidat Kuat Panglima TNI Gantikan Hadi Tjahjanto

Rabu, 26/05/2021 19:08 WIB
Ada 2 nama yang disebut jadi kandidat kuat jadi Panglima TNI gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Ist)

Ada 2 nama yang disebut jadi kandidat kuat jadi Panglima TNI gantikan Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Ist)

Jakarta, law-justice.co - Promosi dan mutasi yang dilakukan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  terhadap perwira tinggi (Pati) TNI pada Selasa (25/5/2021) kemarin memunculkan isu baru soal kandidat Panglima TNI. Salah satu yang dimutasi adalah Letjen TNI Doni Monardo yang digantikan dari posisinya sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

"Dia bagus, jenderal lapangan dan punya pengalaman yang luar biasa. Layak diapresiasi," kata pengamat intelijen, pertahanan dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro, Rabu (26/5/2021).

Selasa kemarin, Presiden RI Joko Widodo melantik Letjen TNI Ganip Warsito sebagai Kepala BNPB menggantikan Doni Monardo yang akan memasuki masa pensiun 1 Juli 2021. Adapun Ganip Warsito sebelumnya menjabat Kepala Staf Umum TNI.

Simon sapaan akrab Ngasiman Djoyonegoro tidak melihat rotasi Kepala BNPB untuk mendorong Doni Monardo menjadi KSAD, seperti isu yang berhembus di sebagian kalangan. Mengingat, Doni Monardo akan segera pensiun. Adapun untuk menjabat KSAD termasuk jabatan lain di lingkungan TNI, harus prajurit aktif.

"Tidak ada peluang lagi (jadi KSAD), sudah tertutup," ujar Simon.

Yang masih terbuka, Doni Monardo bisa menjabat di lembaga lain yang bukan harus prajurit. Atau misalnya masuk kabinet kalau ada reshuflle.

Adapun terkait wacana pergantian Panglima TNI, Simon menegaskan itu adalah hak prerogatif presiden sebagai penglima tertinggi. Tapi melihat kebiasaan, jabatan Panglima TNI biasanya ada pengacakan atau lebih tepat giliran.

Meskipun giliran disini tidak selalu berurutan. Misalnya, pernah dari TNI AD dua kali berturut-turut. Widodo Adi Sutjipto (TNI AU) 1999-2022; Endriartono Sutarto (TNI AD) 2002-2006; Djoko Suyanto (TNI AL) 2006-2007; Djoko Santoso (TNI AD) 2007-2010; Agus Suhartono (TNI AL) 2010-2013; Moeldoko (TNI AD) 2013-2015, Gatot Nurmantyo (TNI AD) 2015-2017, dan Hadi Tjahjanto (TNI AU) 2017-sekarang.

"Analisa pribadi saya kalau melihat rutenya, peluang ada di TNI AL, kalau teradisi bergiliran, meskipun masih ada peluang untuk TNI AD. Kalau TNI AU kecil peluang karena sekarang Pak Marsekal Hadi Tjahjanto dari TNI AU," tutur Simon.

Tapi yang lebih penting dari itu menurut Simon, seorang Panglima TNI adalah yang mempunyai kemistri dan sepemikiran dengan Presiden. "Juga tidak kalah penting harus tegak lurus. Tapi sekali lagi, itu hak prerogatif, kita serahkan ke beliau (Presiden Joko Widodo)," ucapnya.

Saat ini, Panglima TNI dijabat oleh Marsekal Hadi Tjahjanto. Adapun Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar