Erick Thohir dan Dirut Pertamina Malah Lebaran di AS

Kamis, 13/05/2021 21:16 WIB
Erick Thohir dan Dirut Pertamina Malah Lebaran di AS  -okezone

Erick Thohir dan Dirut Pertamina Malah Lebaran di AS -okezone

law-justice.co -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, diketahui merayakan lebaran atau Idul Fitri 1242 H di Amerika Serikat (AS). Keduanya tak bisa mudik untuk merayakan lebaran bersama keluarga karena harus menyelesaikan agenda kunjungan kerja di negeri Paman Sam.

Seperti diketahui, Erick Thohir bersama sejumlah petinggi BUMN, termasuk Nicke Widyawati, berkunjung ke AS, beberapa hari lalu. Dalam kunjungan itu, delegasi Indonesia menjajaki sejumlah kerja sama baik di bidang energi, kesehatan, dan investasi. Kabar Erick masih berada di AS disampaikan langsung oleh Nicke Widywati melalui akun Instagramnya @nick_widyawati. "Saya tidak mudik, saya bertolak ke negara Paman Sam bersama Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir," tulis Nicke, Kamis (13/5/2021).

Dalam unggahan itu, Bos Pertamina mengungkapkan, kunjungan perwakilan pemerintah ke AS bukan untuk liburan. Melainkan, bertemu dengan sejumlah perusahaan untuk menjajaki kerja sama. Kolaborasi itu bertujuan mengurangi emisi karbon secara masif di Indonesia. Tips Tampil Glamor saat Lebaran "Apalagi, setelah jalan pagi dan menghirup udara segar di California, membuat saya berpikir sungguh nikmat apabila Indonesia memiliki udara yg segar dan jauh dari polusi," kata Nicke.

Di bidang energi, Kementerian BUMN melalui PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk, telah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) dalam proyek strategis nasional gasifikasi batu bara. Kerja sama dilakukan Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan Pemerintah mengklaim, kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja.

Sementara, dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya. Di bidang kesehatan, Kementerian BUMN fokus pada kolaborasi antara Holding Rumah Sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat. Seperti, pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, juga pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic. Sementara di sektor investasi, Menteri BUMN melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar