24 Jam Usai Vaksin AstraZeneca, Trio Merintih Kesakitan Meregang Nyawa

Selasa, 11/05/2021 16:35 WIB
BPOM bicara soal vaksin AstraZeneca yang punya efek samping (detikcom)

BPOM bicara soal vaksin AstraZeneca yang punya efek samping (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Menahan tangis, ibunda Trio Fauqi Virdaus, Zakiah bercerita 24 jam krusial putranya. Trio meninggal dunia setelah sehari divaksinasi Covid-19 merk AstraZeneca.

Sebagai pegawai outsourcing di suatu BUMN, Trio berkesempatan mendapatkan vaksin pada Rabu, 5 Mei 2021 lalu. Trio yang pergi kerja dalam keadaan sehat, membuat kaget Zakiah karena tak biasa pulang cepat. Trio mengeluh badan linu hingga sakit kepala.

"Pulang ke rumah sekitar setengah 4 atau jam 4. Saya tanya kenapa bang, kok sudah pulang, saya divaksin ma, badan saya linu semua rasanya, kepala saya sakit banget," kata Zakiah menirukan percakapan bersama putranya saat berbincang di kediamannya, kawasan Buaran, Jakarta Timur, Selasa (11/5/2021).

Sang ibunda menyarankan, Trio membatalkan puasanya dengan air putih. Trio pun terlelap hingga waktu berbuka. Setelah meneguk teh manis, ia kembali terlelap.

Namun, tengah malam Trio terjaga. Sakit kepala semakin tidak tertahankan. Zakiah menceritakan rintihan kesakitan yang dialami putranya.

"Mah, saya enggak kuat tolong mah kepala saya sakit banget mah, tulang saya linu, sakit semua," kata Trio ditirukan Zakiah.

"Sampai dia nyebut, ya Allah mah saya enggak pernah sakit, kenapa sekali divaksinasi saya sakit, ya Allah," sambungnya.

Zakiah menyarankan, Trio untuk meminum obat sakit kepala. Namun ditolak lantaran takut. Sempat diukur suhunya, Trio sempat panas. Namun tak lama langsung turun. Trio kembali terlelap hingga pagi.

Keesokan paginya, Trio diantar teman ke dokter. Namun, dokter yang ia datangi baru buka praktik sekitar pukul 8 malam. Kembali ke rumah, Trio masih merintih sakit kepala.

Tidur menahan sakit, Trio masih bercanda dengan sang adik. Meminta adiknya untuk memijitnya, dengan janji akan dibelikan paket internet.

"Tolong dek pijitin Aa` dong kakinya. Pijitin kakinya, tar abang beliin paketan," cerita Zakiah.

Tak lama, Trio duduk bersandar. Dirinya terlihat lemas. Badannya tidak kaku. Trio pun tak berbicara. Panik melihat kondisi putranya, Zakiah meminta bantuan dan mengantar ke rumah sakit terdekat.

Rumah sakit paling dekat adalah Asta Nugraha yang merupakan RS bersalin. Trio dan ibunya ditolak karena tak bisa membantu pasien akibat vaksinasi.

Kemudian disarankan pindah ke rumah sakit yang lebih besar. Ketika menunggu kendaraan untuk ke rumah sakit lain, RS Asta Nugraha memanggil kembali untuk diperiksa di dokter umum.

Dokter menyatakan Trio sudah meninggal dunia. Saat dipastikan menggunakan alat, dinyatakan telah meninggal pada Kamis (6/5) pukul 12.30 WIB.

"Untuk memastikan harus tes jantung, dibawa ke dalam dipastikan di situ jam 12.30 WIB, dokter menyatakan sudah tidak ada," kata Zakiah terisak sambil menahan air matanya.

Sementara itu, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) telah melakukan pengkajian terhadap kasus meninggalnya Trio Fauqi. Hasil kajian sementara, belum cukup bukti bahwa Trio Fauqi Virdaus meninggal karena vaksin AstraZeneca.

"Internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Senin (10/5).

Lantaran belum cukup bukti, Komnas KIPI melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus meninggalnya pemuda asal Buaran, Jakarta itu. Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Komda KIPI DKI Jakarta.

"Masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut," ujarnya.

Hindra menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia pada Kamis (6/5). Pria berusia 22 tahun itu meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5).

Usai mendapatkan vaksin AstraZeneca, Trio Fauqi Virdaus merasa demam. Kondisinya kemudian melemah dan masih mengalami demam hingga Kamis.

"Almarhum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB," jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengaku turut berduka atas meninggalnya Trio Fauqi Virdaus. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan pihaknya menunggu hasil akhir dari investigasi yang dilakukan Komnas KIPI.

Dia memastikan Komnas KIPI adalah lembaga kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi.

"Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya," kata Widyawati.

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar