Di Tengah Larangan Mudik, 245 Ribu Kendaraan Berhasil Jebol Jakarta

Minggu, 09/05/2021 15:50 WIB
Ilustrasi polisi lakukan pungli di lokasi penyekatan mudik lebaran (solopos)

Ilustrasi polisi lakukan pungli di lokasi penyekatan mudik lebaran (solopos)

law-justice.co - Di tengah pelarangan mudik selama momen lebaran, sebanyak 245 ribu kendaraan keluar dari wilayah Jakarta dan kota-kota sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kejadian itu memuncak pada pada H-7 hingga H-5 Lebaran.

Meski demikian, volume kendaraan yang keluar dari Ibukota turun 45,5 persen dari arus lintas harian normal yang biasanya mencapai 450 ribu kendaraan.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, mengatakan kendaraan yang menjebol Jakarta itu keluar menuju arah barat, timur, dan selatan. Namun Heru tak menjelaskan apakah ratusan ribu kendaraan yang keluar itu termasuk mereka yang melanggar aturan mudik.

“Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 34,5 persen menuju arah timur; 37,7 persen menuju arah barat, dan 27,8 persen menuju arah selatan,” kata Heru dalam keterangannya, Ahad, (9/5/2021).

Ia menjelaskan, kendaraan keluar ke arah timur melewati dua gerbang tol (GT), yakni GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang. Jumlah kendaraan melalui GT Cikampek Utama berjumlah 43.505 atau turun 56 persen dari lalu-lintas normal harian.

Sementara kendaraan melewati GT Kalihurip Utama sebanyak 41.192. Angka ini turun 59,7 persen dari lalu-lintas harian. Adapun kendaraan keluar Jabodetabek menuju arah barat tercatat melewati GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak. Sebanyak 92.594 kendaraan melewati gerbang jalan bebas hambatan ini atau turun 35,1 persen.

Adapun kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah selatan terdata melewati GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi. Ada sebanyak 68.205 kendaraan melalui gerbang tol ini atau turun 35,9 persen dari lalu-lintas harian.

Sepanjang periode larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021, masyarakat yang boleh bepergian adalah yang termasuk dalam kelompok tertentu. Misalnya, pekerja dengan kepentingan perjalanan dinas, ibu hamil dengan keperluan persalinan, dan orang dengan kepentingan kunjungan duka.

Kelompok yang dikecualikan perlu mengantongi dokumen persyaratan, seperti surat izin keluar-masuk (SIKM) dan hasil tes Covid-19 yang menunjukkan hasil negatif virus corona.

“Jasa Marga juga mengimbau agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan saat berada di tempat istirahat, mengisi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara,” kata Heru.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar