Polri Imbau Warga Tak Mudik dan Pakai Teknologi Untuk Silaturahmi

Sabtu, 08/05/2021 21:30 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (JPNN)

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (JPNN)

Jakarta, law-justice.co - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi kebijakan terkait larangan mudik Lebaran 2021.

Hal itu diungkapkan Wakapolri saat saat melakukan pemantauan udara Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan, Lampung, bersama Kakorlantas Irjen Istiono dengan helikopter, Sabtu (8/5/2021).

"Yang paling penting yaitu masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan (prokes), karena ini bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kesehatan kita semua," ujar Gatot.

Adanya larangan mudik ini, lanjut Gatot, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, dia tidak ingin pasca perayaan Idul Fitri nanti terjadi peningkatan penyebaran Covid-19.

Gatot pun meminta seluruh masyarakat untuk betul-betul mematuhi kebijakan pemerintah terkait larangan mudik.

Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi guna tetap bisa silaturahmi dengan keluarga pada lebaran kali ini.

"Di rumah saja, mudik virtual seperti itu. Sekarang kan sudah maju, bisa dengan video call, bisa dengan aplikasi zoom, dan lain sebagainya," ungkap Gatot.

Usai dari Lampung, Komjen Gatot Eddy Purnomo, juga meninjau langsung penyekatan mudik di Pos Terpadu Cikopo, Jawa Barat, Sabtu (8/5).

Pada peninjauan itu ,dia mengapresiasi Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri dan jajaran terkait adanya E-Cakra yang dibuat oleh Polda Jawa Barat.

Gatot menilai, E-cakra Ini adalah satu aplikasi yang bisa melihat langsung anggota saat bertugas di lapangan.

"Jadi Pak Kapolda ini dengan jajaran lalu lintasnya bisa mengendalikan anggota di lapangan. Apakah anggota itu benar-benar melakukan tugas penyekatan atau tidak," tuturnya.

E-Cakra, kata Gatot, juga memudahkan bagi anggota itu sendiri sehingga anggota tidak perlu melakukan laporan tertulis, dan cukup disampaikan lewat aplikasi E-Cakra.

"Ini memudahkan sekali. Pak Kapolda tidak perlu cek langsung datang kelapangan, tetapi melalui handphone atau melalui aplikasi lainnya, zoom dan lain sebagainya bisa mengecek langsung," ucapnya.

Gatot pun menyarankan agar E-Cakra bisa diterapkan di jajaran lalu lintas seluruh Indonesia.

"Karena E-Cakra ini juga akan mempermudah semuanya. Mudah pengendaliannya dan anggota juga bertanggung jawab karena ada poin-poinnya. Nanti bisa kelihatan mana anggota yang betul-betul bekerja, mana anggota yang bekerjanya malas-malasan," pungkasnya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar