Gegara Drakor Crash Landing on You, Ribuan Siswa Korut Serahkan Diri

Jum'at, 07/05/2021 14:00 WIB
Ilustrasi Siswa Korea Utara (Hipwee)

Ilustrasi Siswa Korea Utara (Hipwee)

Jakarta, law-justice.co - esember lalu, pemerintah Korea Utara memberlakukan undang-undang "pemikiran anti-reaksioner" yang menjatuhkan denda ketat dan hukuman penjara kepada siapa pun di negara itu yang kedapatan menikmati hiburan Korea Selatan, termasuk nonton drakor, ataupun meniru cara bicara orang Korea Selatan.

Menurut laporan seperti dilansir Today Online, pada 28 April 2021, lebih dari 10.000 siswa Korea Utara telah menyerahkan diri mereka kepada pihak berwenang karena mengonsumsi drakor dan film serta mendengarkan K-pop.

Bukan cuma itu, 5.000 pemutar DVD juga dilaporkan telah menyerahkan koleksinya kepada pemerintah, berharap diganjar imbalan hukuman yang lebih ringan.

Satu Otoritas Korea Utara memang mengecam drama Korea Selatan sebagai perbuatan menghina Undang-undang "pemikiran anti-reaksioner", dikatakan sebagai seruan Kim Jong Un untuk meningkatkan standar media yang tumbuh di dalam negeri (dan dikendalikan oleh negara) dan juga bagian dari perangnya terhadap pengaruh luar.


Diktator dilaporkan membenci penggunaan istilah seperti "oppa" dan "dong-saeng", yang masing-masing berarti `kakak laki-laki` dan `adik perempuan atau laki-laki`, untuk merujuk pada non-kerabat seperti bagaimana orang-orang di Korea Selatan lakukan.

Tindakan bagi mereka yang melanggar semua itu termasuk hukuman 15 tahun di kamp kerja paksa dan denda bagi orangtua yang anaknya melanggar larangan.

Siapapun yang ketahuan mengimpor sesuatu yang terlarang dari Korea Selatan juga akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup, sementara mereka yang mengimpor barang yang sama dari Amerika Serikat atau Jepang bisa menghadapi hukuman mati.

Semua ini seakan tergambar dari drama Korea Crash Landing On You yang sangat populer, tentang seorang pewaris Korea Selatan yang melakukan paralayang ke Korea Utara dan jatuh cinta dengan seorang perwira militer yang gagah di sana.

Diceritakan, orang-orang Korea Utara hidup tanpa banyak akses ke dunia luar, terlebih dari negara tetangga Korea Selatan. Namun tentu ada saja sebagian orang yang melanggar aturan secara diam-diam, mulai dari menyelundupkan produk kecantikan hingga DVD drama Korea.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar