Begini Cara Menghitung Pembagian Saham Yang Benar

Rabu, 05/05/2021 09:03 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

law-justice.co - Cara hitung pembagian saham ada caranya. Salah satu hal yang penting dalam pembagian saham ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) suatu perusahaan. 

Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Bagi para pengecer, terdapat dua arti pre order. Pertama, mereka memberi pengecer dan pemasok pemahaman yang baik tentang apa permintaan saat ini untuk produk tertentu. Kedua, mereka menjamin sejumlah penjualan dan pendapatan.

Pre order dapat digunakan secara efektif di industri apa pun mulai dari barang buatan tangan hingga barang bermerek mewah hingga video game. Banyak pengecer populer menggunakan pesanan di muka untuk menyesuaikan produksi produk baru dan pengiriman mereka untuk berbagai lokasi sesuai dengan preferensi lokal.

Sistem ini bisa sangat bagus untuk mendanai proyek kreatif untuk musisi, penulis, pengembang, artis dan untuk bisnis manufaktur baru yang dapat menggunakannya untuk menghemat biaya.

(Gumilang Hidayat\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar