Kasus Aktif Stagnan Jadi Alarm Lonjakan Positif Covid Indonesia

Rabu, 05/05/2021 11:56 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Okezone)

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito (Okezone)

Jakarta, law-justice.co - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan perkembangan kasus aktif virus corona di Indonesia sempat mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Namun menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, kasus aktif mulai mengalami stagnasi pada periode 23 April-1 Mei 2021.

Kasus aktif merupakan besaran jumlah kumulatif kasus positif covid-19 dikurangi jumlah kumulatif sembuh dan kematian akibat covid-19.

Satgas mewanti-wati stagnasi kasus aktif bukan merupakan pertanda baik perkembangan pandemi.

"Data telah menunjukkan kenaikan bisa terjadi kapan saja setelah stagnasi ini terjadi. Apabila penularan di tengah masyarakat kembali tinggi, bukan tidak mungkin penambahan kasus positif dapat semakin tinggi," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (4/5).

Dengan temuan itu, Wiku mewanti-wanti pemerintah daerah untuk mulai memperkuat benteng fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi kenaikan kasus covid-19. Upaya itu dilakukan mengingat banyak negara yang mengalami gelombang kedua hingga ketiga.

Selain itu, Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada libur panjang jelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah dan juga `serangan` mutasi virus corona yang mulai teridentifikasi keberadaannya di Indonesia.

"Ingat, penularan covid-19 yang terjadi di tengah masyarakat dapat terjadi lebih cepat dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk dapat sembuh dari covid-19," kata dia.

Wiku juga memaparkan data yang memperlihatkan sebaran kasus kematian warga akibat virus corona di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen dalam sepekan terakhir. Kenaikan kasus itu terjadi usai tiga pekan sebelumnya penambahan kasus covid-19 mingguan mengalami penurunan.

Wiku merinci, lima provinsi penyumbang angka kematian terbanyak yakni Jateng yang naik 35 kasus dari pekan lalu. Selanjutnya Riau naik 24 kasus kematian, Nusa Tenggara Barat naik 15 kasus, Kepulauan Bangka Belitung naik 13 kasus, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 9 kasus kematian dibandingkan pekan sebelumnya.

Untuk itu, Wiku meminta masing-masing pemerintah daerah untuk segera mengidentifikasi kabupaten/kota yang menyumbang kematian covid-19 terbesar di provinsi itu, untuk kemudian dianalisis serta dievaluasi, baik penanganan 3T maupun 3M.

Selain itu, Wiku juga meminta agar perbaikan di sistem kesehatan ditegakkan lagi. Ia berharap agar pemerintah daerah mengupayakan perawatan pada pasien covid-19 yang bergejala sedang, sehingga tidak mengalami perburukan kondisi, dan kemudian meninggal.

Meski begitu, Wiku menyebut dalam sepekan terakhir terjadi penurunan penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia sebesar 2,1 persen. Sementara untuk kasus sembuh mengalami penurunan yang signifikan sebesar 17,1 persen.

Kasus positif virus corona (Covid-19) pada Selasa (4/5) tercatat bertambah 4.369 dari hari sebelumnya. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.686.373 sejak pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020 lalu.

Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19 pemerintah pusat, dari total kasus positif yang ada, sebanyak 1.541.149 di antaranya telah sembuh. Jumlah pasien sembuh bertambah 5.658 dari hari sebelumnya.

Dari total kasus positif, sebanyak 46.137 di antaranya meninggal dunia. Pasien yang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona bertambah 188 dari hari sebelumnya. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 75.885. Kasus aktif berkurang 1.477, kini hanya ada 99.087.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar