PDIP Kritik Soal Kerumunan Tanah Abang, FPPJ: Hobinya Nyalahin Anies

Selasa, 04/05/2021 19:21 WIB
FPPJ sindir politikus PDIP Gilbert Simanjuntak yang hanya jago menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kerumunan massa di Pasar Tanah Abang (Kompas)

FPPJ sindir politikus PDIP Gilbert Simanjuntak yang hanya jago menyalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kerumunan massa di Pasar Tanah Abang (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - PDI Perjuangan langsung mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika terjadi kerumunan massa di Pasar Tanah Abang pada Minggu (2/5/2021). Kritikan yang dilontarkan oleh Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak itu langsung dibalas oleh Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ).

"Kalau memang ada pelanggaran protokol kesehatan, ya proses sesuai aturan yang berlaku. Bukan hobinya terus menerus menyalahkan Anies," kata Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah, Selasa (4/5/2021).

Menurut Rian, dalam Perda Covid-19 dan PPKM mikro sudah jelas tentang pelaksanaan protokol kesehatan berikut sanksinya. "Artinya Satpol dan Dinkes DKI harus berperan ekstra," kata Rian.

Gilbert Simanjuntak sebelumnya menuding Anies Baswedan lalai mencegah kerumunan pengunjung di Pasar Tanah Abang. Gilbert mendorong Anies segera bertindak untuk mengakhiri kerumunan itu agar angka penyebaran Covid-19 tidak melonjak. Ia bahkan menilai Anies merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas kerumunan Tanah Abang.

Adapun mulai Minggu (2/5), sebanyak 2.500 petugas gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI langsung melakukan operasi pembatasan pengunjung di Pasar Tanah Abang. Gubernur Anies dan Kapolda Metro Jaya serta Pangdam Jaya juga melakukan pemantauan ke lokasi.

Dalam konferensi persnya ketika itu, Anies bilang, akan melarang pedagang berjualan di areal luar gedung. Sebab, petugas sulit membatasi pengunjung yang ada di luar.

Anies juga meminta KRL tak beroperasi di Stasiun Tanah Abang tiap pukul 15.00 sampai 19.00 WIB. Selain itu, dilakukan pula rekayasa lalu lintas kendaraan yang hendak menuju dan pergi ke Tanah Abang.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar