Rencakan Pembunuhan Suami Siri, ini Sosok Nani Pelaku Sate Beracun

Selasa, 04/05/2021 14:20 WIB
Nani Pembuat sate sianida (Kumparan)

Nani Pembuat sate sianida (Kumparan)

DI Yogjakarta, law-justice.co - Pelaku kasus sate beracun salah sasaran yang menewaskan N (10) anak driver ojol di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul telah ditangkap kemarin.

Dia adalah Nani Aprialliani Nurjaman (25) aktor di balik kasus sate maut itu. Awalnya Nani hendak meracuni Tomy dengan sianida lantaran ditinggal menikah. Nani ini diketahui bekerja di sebuah salon di Kota Yogyakarta. Namun dari pengakuan tetangga terdekat, Nani bekerja di bidang kosmetik.


"Setahu saya kerja di kosmetik pulangnya malam. Berangkat pagi pulangnya malam," kata Eni Wulandari (50), tetangga samping rumah Nani di Jalan Potorono, Cepokojajar, Kalurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (4/5/2021).


Eni bercerita, Nani ini juga sering ke luar kota. Beberapa waktu lalu Eni juga mendapat bika ambon oleh-oleh dari Nani. Katanya, roti tersebut dari kantornya.
"Saya dikasih bika ambon. Ndak usah repot-repot kata saya, katanya dari kantor," ujarnya.

Perempuan asal Majalengka itu menurut Eni sosok yang baik. Namun lantaran sibuk bekerja, dia menjadi jarang bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
Komunikasi dengan Eni pun lebih banyak melalui WA.


"Dia mau sosialisasi ikut di kampung tapi karena kesibukannya (jadi susah). Ikut arisan tapi memang nggak bisa berangkat. Ikut tiga kali ini," katanya.


Hal senada juga diungkapkan Agus Riyanto (40) Ketua RT 3 Cempokojajar. Kepadanya, Nani mengatakan bahwa sehari-hari dia bekerja di bidang kosmetik.
"Orangnya baik tapi karena kesibukan pulang malam jadi jarang srawung," ujarnya.

Marah Karena Suami Siri Tak Resmikan Pernikahan

Agus Riyanto (40), Ketua RT 3 Cempokojajar, menjelaskan Nani tinggal di wilayahnya kurang lebih baru setahun, setelah membeli sebuah rumah. Saat laporan ke RT sebagai warga baru, Nani ternyata didampingi Tomy dan mengaku sudah menikah siri.


"Tinggal kurang lebih satu tahun. Sama suami siri (Tomy)," kata Agus ditemui, Selasa (4/5).


Menurut Agus, sudah merupakan peraturan apabila setiap warga baru melapor ke RT.


"Dulu itu waktu silaturahmi ke tempat saya, Pak Tomy sama Mbak Nani sini laporan. Terus Mbak Nani telepon orang tuanya. Terus orang tuanya telepon ke saya titip anak saya mau tinggal di situ. `Oh iya buk insyallah siap`. Ibunya bilang udah nikah secara agama," ujarnya.

Saat melapor tersebut, keduanya memang tidak menyerahkan bukti sudah menikah siri. Hanya saja mereka menunjukkan KTP masing-masing. Di situ Agus mengetahui Tomy bekerja sebagai polisi.


"Awalnya enggak tahu (Tomy polisi) hanya dari fotokopi KTP (tahunya)," jelas Agus.


Sejauh yang Agus ketahui, Tomy memang jarang tinggal di rumah tersebut. Namun secara umum keduanya sosok yang dikenal baik, bahkan mengundang beberapa warga saat menempati rumah pertama kali.


"Waktu penempatan pertama ngundang warga sekitar berupa ngaji (pengajian)," ujarnya.


Sementara itu, Eni Wulandari (50), tetangga samping rumah Nani, juga mengira Tomy merupakan suami Nani. Dia menjelaskan Nani tinggal di rumah itu sejak 7 bulan lalu.


"Tahu saya (Tomy) ya suaminya," ujarnya.


"Enggak mesti ke sini (si Tomy). Terakhir itu ke sini kapan udah tiga mingguan. Jarang ke sini. Di sini itu, waktu ke sini ngundang orang kampung ngaji," jelas Eni.

Tomy menjadi target utama sate sianida karena Nani kesal ditinggal menikah. Racun tersebut dibeli Nani secara online 3 bulan sebelumnya. Atas perbuatannya, Nani dijerat pasal pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.


Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan sosok Tomy adalah anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta.
"Betul," kata Purwadi dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Senin (3/5).


Meski begitu, Purwadi tidak mengetahui detail posisi Tomy di Satreskrim. Namun dia menjelaskan sosok Tomy adalah orang yang baik.


"Kurang paham posisinya. Sosoknya baik," ujarnya.


Informasi yang beredar, Tomy berpangkat aiptu.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar