Usai Menangkap, Polisi Sita Buku Doa-doa Milik Munarman

Rabu, 28/04/2021 06:49 WIB
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku, dokumen, dan bendera dalam kegiatan penggeledahan di bekas Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Petamburan, Jakarta Pusat pada Selasa (27/4/2021) malam.(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku, dokumen, dan bendera dalam kegiatan penggeledahan di bekas Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Petamburan, Jakarta Pusat pada Selasa (27/4/2021) malam.(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

law-justice.co - Salah seorang kuasa hukum mantan Sekum FPI Munarman, Azis Yanuar, mengatakan polisi telah menggeledah kediaman kliennya dan menyita handphone/telepon genggam dan sejumlah buku, di antaranya terkait dengan demokrasi serta syariat Islam.

"Ya, rumahnya sudah digeledah oleh polisi," kata Azis saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Azis mengatakan bahwa penggeledahan itu berlangsung tidak lama setelah Munarman, kuasa hukum Habib Rizieq Shihab dan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Disebutkan pula bahwa sejumlah buku yang disita oleh kepolisian, di antaranya soal demokrasi, syariat Islam, doa-doa, pendidikan, teori konspirasi, dan berbagai tema lainnya.

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap Munarman di kediamannya, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa sekitar pukul 15.30 WIB.

Munarman ditangkap oleh beberapa anggota Densus 88, kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil berwarna putih.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar