Lakukan Pertemuan, Demokrat-PKS Sorot Anjloknya Demokrasi saat Ini

Kamis, 22/04/2021 20:54 WIB
Lakukan Pertemuan, Demokrat-PKS Sorot Anjloknya Demokrasi saat Ini. (Law-Justice).

Lakukan Pertemuan, Demokrat-PKS Sorot Anjloknya Demokrasi saat Ini. (Law-Justice).

law-justice.co - Partai Demokrat melangsungkan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Hari Kamis (22/04/2021), di Kantor DPP Demokrat, Menteng Jakarta Pusat.

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas beberapa point utama salah satunya mengenai indeks Demokrasi yang mengalami penurunan.

"Terkait dengan masa depan demokrasi di Indonesia kita tahu sejumlah lembaga internasional memotret demokrasi Indonesia kini penuh dengan tantangan tersendiri," kata AHY saat melakukan Konpers di Jakarta, Kamis (22/04/2021).

AHY menuturkan berkaitan dengan angka demokrasi yang mengalami penurunan belakangan ini, menjadi tantangan bersama bagi Kedua Partai tersebut.

"Ada yang mengatakan kita saat ini berada di titik yang tidak baik, bahkan beberapa tahun terakhir ini demokrasi di Indonesia dianggap angka yang paling bawah dan ini semua menjadi tantangan buat kita," tuturnya.

Untuk itu, AHY berharap dalam momentum pandemi Covid-19 ini ruang Demokrasi di Indonesia tetap bisa berjalan sehat dan terus mengalami peningkatan.

"Mudah-mudahan Suasana pandemi covid 19 ini tidak kemudian serta-merta menutup ruang demokrasi yang sehat dan kita berharap justru demokrasi bisa kita tegakan karena ini juga menjadi pilar utama bagi keberlangsungan dan masa depan bangsa kita," tukasnya.

Senada dengan AHY, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan kalau Demokrasi kedepanya garus mengutamakan nilai etika dan norma-norma hukum.

"Dalam berdemokrasi, kita perlu memperhatikan terkait dengan kepatutan dan kepantasan sebagai budaya bangsa Indonesia ini," kata Syaikhu.

Dalam diskusi tersebut, Syaikhu juga menyatakan terkait perlunya penegakan hukum yang perlu berpihak kepada kebenaran dan keadilan, bukan berpihak kepada kekuasaan.

"Sehingga siapapun yang melakukan pelanggaran hukum ya tentu harus mendapatkan perlakuan yang adil sehingga masyarakat akan melihat bahwa dalam proses penegakan hukum adil, Insya Allah juga masyarakat akanbtidak menimbulkan gejolak," pungkasnya.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar