Sindiran Pedas PPP Saat PAN Merapat ke Jokowi di Tengah Isu Reshuffle

Sabtu, 17/04/2021 09:30 WIB
PPP sindir PAN yang merapat ke Jokowi saat ada isu reshuffle (Foto: Kanal Aceh)

PPP sindir PAN yang merapat ke Jokowi saat ada isu reshuffle (Foto: Kanal Aceh)

law-justice.co - Langkah PAN (Partai Amanat Nasional) yang mulai merapat ke pemerintahan Jokowi saat kencangnya isu reshuffle disindir oleh PPP (Partai Persatuan Pembangunan). PPP menilai Presiden Jokowi tak perlu disodorkan nama untuk memilih sosok yang bisa bergabung ke Kabinet Indonesia Maju.

"Semuanya tergantung dari Pak Jokowi sebagai presiden yang memiliki hak prerogatif. Kalau Pak Jokowi merasa figur tersebut cocok dan berkualitas tentu tidak perlu melamar apalagi disodor-sodorkan," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Achmad Baidowi saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Pria yang akrab disapa Awiek itu mengatakan, Jokowi bukan merupakan tipe yang bisa didesak. Menurutnya, menyodorkan nama belum tentu diterima bila tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

"Sepengalaman kami, Presiden Jokowi bukan tipikal yang mau didesak-desak. Maka menyodorkan figur belum tentu juga diterima, kalau ternyata tidak pas dengan kebutuhan," kata Awiek.

Dia juga menilai Jokowi memiliki parameter tersendiri untuk melihat tingkat loyalitas partai yang akan bergabung. Menurutnya, hal ini karena adanya pengalaman partai koalisi justru menjadi rasa oposisi.

"Terkait masuknya parpol baru, Pak Jokowi juga memiliki parameter yang juga melihat tingkat loyalitas masing-masing dalam mengawal jalannya pemerintahan," kata Awiek

"Karena pengalaman periode lalu, ada juga parpol yang berkoalisi ternyata rasa oposisi bahkan di tengah jalan keluar," sambungnya.

Diketahui, di tengah isu reshuffle yang menguat, PAN menyatakan siap bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Ketua DPP PAN Mumtaz Rais enggan berbicara tentang pos yang mungkin didapatkan PAN jika bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Soal nama-nama yang beredar juga enggan ditanggapinya.

"Bicara soal pos saja aku nggak berani, apalagi orangnya, itu artinya aku mendahului. Pertama begini, nanti terkesan sok pinter, terkesan sok tahu. Jadi untuk urusan pos atau nama-nama, itu terlalu jauh, nanti terlalu spekulasi," kata Mumtaz, Jumat (16/4/2021).

Terlepas dari itu, Mumtaz mengatakan seandainya PAN dapat posisi, dia pribadi mengusulkan Ketua Umum Zulkifli Hasan mengisi pos yang ditawarkan. Tapi tetap dia menyerahkan hal itu kepada Presiden Jokowi.

"Kalaupun dipercaya oleh Pak Jokowi untuk mengisi pos dari kabinet beliau, daripada nama yang beredar itu, kenapa nggak ketumnya sendiri. Nah, itu kalau analisis pribadi saya, tapi boleh juga siapa pun yang terbaik dinilai oleh Pak Jokowi mengisi, itu kita akan dukung secara moril dan lain-lain," ujarnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar